BREAKING NEWS
 

89,8 Persen Suara Dihitung

Netanyahu Unggul Atas Eisenkot, Partai Arab Israel Diprediksi Raih 19 Kursi

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Kamis, 29 Oktober 2026 09:23 WIB
Ilustrasi bendera Israel. (Foto: Pexel)

RM.id  Rakyat Merdeka - Komisi Pemilihan Pusat Israel (CEC) mengumumkan, berdasarkan 89,8 persen suara yang telah dihitung, blok yang dipimpin Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu diprediksi meraih 53 kursi Knesset yang memiliki 120 anggota. Sementara blok yang dipimpin Ketua Partai Yashar, Gadi Eisenkot diperkirakan memperoleh 48 kursi. Perolehan kedua blok tersebut masih di bawah ambang mayoritas 61 kursi.

Di tengah persaingan itu, dua partai yang mayoritas pendukungnya berasal dari masyarakat Arab, Ra'am dan Joint List, diproyeksikan meraih total 19 kursi. Perolehan tersebut berpotensi menempatkan keduanya pada posisi penentu dalam pembentukan pemerintahan.

Para pemilih Arab berbondong-bondong memberikan suara pada Selasa (27/10/2026). Tingkat partisipasi mereka mencetak rekor, di tengah harapan untuk menggulingkan Netanyahu dan sekutu sayap kanannya dari kekuasaan. Sebelumnya, perolehan tertinggi partai-partai Arab tersebut hanya 15 kursi.

Baca juga : Hasil Pemilu Israel Ketat, Netanyahu Dipepet Oposisi

Penghitungan suara sementara ini memberikan hasil yang berbeda, dibanding sejumlah jajak pendapat sebelum pemilu. Blok Eisenkot kerap diproyeksikan unggul atas blok Netanyahu, dengan selisih yang bervariasi. Namun, hingga saat ini, belum ada blok yang mencapai mayoritas untuk membentuk pemerintahan.

Meski penghitungan suara belum final, hasil akhirnya diperkirakan tidak akan berbeda jauh. CEC menyatakan, penghitungan surat suara tertentu masih memerlukan pengawasan tambahan, sehingga pengumuman hasil akhir berpotensi tertunda.

Adsense

"Sekitar 430.000 hingga 480.000 suara amplop ganda baru dihitung pada Kamis (29/10/2026) pukul 1 dini hari, dan diperkirakan selesai pada malamnya," jelas CEC seperti dikutip The Times of Israel, Kamis (29/10/2026). 

Bisa Berujung Pemilu Ulang

Baca juga : Benjamin Netanyahu Disebut Tumbang, Yair Lapid: Israel Diselamatkan

Melansir BBC, Presiden Israel Isaac Herzog akan menggelar konsultasi dengan seluruh faksi politik dan mengundang pemimpin yang dinilainya memiliki peluang terbaik untuk membentuk pemerintahan. Proses tersebut dapat berlangsung selama beberapa pekan.

Jika upaya pembentukan pemerintahan gagal, pemilihan umum baru dapat digelar.

Dalam pertemuan di kediamannya di Yerusalem, Herzog memuji tingkat partisipasi pemilih yang mencapai 77,7 persen pada pemilu Selasa (27/10/2026). Ini merupakan tingkat partisipasi tertinggi di Israel selama lebih dari dua dekade.

Baca juga : Pemilu Israel Jadi Ujian Berat Untuk Netanyahu

"Ini adalah sebuah kehormatan bagi masyarakat Israel. Sungguh luar biasa melihat betapa dalamnya keinginan akan demokrasi di Israel," katanya.

Herzog memperkirakan, pihaknya akan menerima hasil resmi pada pekan depan. Setelah itu, dia akan memulai konsultasi dengan setiap faksi politik.

"Kita harus melakukan segala yang kita bisa, terutama setelah kemarin, untuk menghindari putaran pemilihan berikutnya. Jadi, saya berharap setiap orang yang datang ke sini datang dengan pikiran terbuka," tuturnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense