BREAKING NEWS
 

Sinergitas Angkutan KSPN, Pemda dan ASITA Untuk Menarik Wisatawan & Membenahi Angkutan Umum di Daerah

Selasa, 3 Desember 2024 07:58 WIB
Djoko Setijowarno
Pengamat Transportasi

RM.id  Rakyat Merdeka - Keberadaan Angkutan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) dapat dikembangkan untuk membenahi angkutan umum di daerah wisata. Baik angkutan antar kota/kabupaten (AKDP) maupun di lokasi wisata di daerah. Angkutan KSPN, pengembangan destinasi wisata dan keselamatan transportasi wisata saling bertautan.

Tidak hanya angkutan perkotaan yang banyak tidak beroperasi, angkutan antar kota/kabupaten dalam provinsi (AKDP) juga turut menghilang. Di banyak daerah Bus (AKDP) sudah banyak yang tidak beroperasi. Sama halnya dengan angkutan perkotaan, armada yang beroperasi rata-rata usia sudah di atas batas usia operasi 7 tahun. Jika dipaksakan, para pengusaha lebih memilih menutup trayeknya, ketimbang dioperasikan sangat berisiko keselamatan dan minim penumpang.

Program Angkutan KSPN yang dimulai tahun 2019 dapat dikembangkan sebagai angkutan umum antar kota/kabupaten. Lain halnya dengan angkutan perkotaan (angkot) atau angkudes masih ada yang beroperasi dikarenakan jarak layanan lebih pendek dan kecepatan tidak tinggi.

Baca juga : Jaga Keselamatan Angkutan Penyeberangan & Tingkatkan Konektivitas di Danau Toba

Berdasarkan data dari Perum Damri (Oktober 2024), saat ini terdapat 34 trayek Angkutan KSPN dilayani 43 armada dengan tingkat isian rata-rata 28,19 persen. Tingkat isian tertinggi trayek Maninjau - Muaro Lasak (Provinsi Sumatera Barat) sebesar 79,87 persen. Tingkat isian terendah trayek Terminal Imogiri – Bandara Yogyakarta International Airport (Provinsi DI Yogyakarta) sebesar 4,61 persen.

Ada 7 trayek dengan isian di atas 50 persen, seperti Trayek Maninjau - Muaro Lasak (Provinsi Sumatera Barat) sebesar 79,87 persen, Muaro Lasak – Pagaruyung sepanjang 82km dengan tingkat isian 71,78 persen, Muaro Lasak – Bukittinggi (63 km; 66,94 persen), Maninjau – Muaro Lasak (58,5 km; 79,8 persen), Muaro Lasak – Pantai Carocok (57 km; 73,4 persen), Taman Sritanjung – Kawah Ijen (55 km; 65,79 persen), Terminal Pacitan – Stasiun Tulungagung (127 km; 76,46 persen), dan Stasiun Madiun – Pantai Klayar (174 km; 71,46 persen).

Tingkat isian kurang dari 50 persen, hendaknya dilakukan evaluasi dapat ditutup atau dialihkan ke darah lainnya. Ke depan sudah harus memikirkan tidak hanya angkutan KSPN yang melayani point to point atau antar simpul transportasi, namun ikut membenahi angkutan umum di daerah wisata.

Baca juga : Manfaatkan Jalur KA untuk Tangani Truk ODOL

Belajar dari wisata di Pulau Bali, mengalami kemacaten parah disebabkan angkutan umum punah dan dijejali kendaraan pribadi yang berlebihan. Sebagai daerah wisata, tentunya kurang menguntungkan.

Oleh sebab itu, Program Angkutan KSPN dapat diperluas jangkauannya dengan mengembangkan sekaligus membenahi angkutan umum di daerah wisata, seperti di Pulau Belitung, Balige, Pulau Samosir, Kawasan Borobudur, Parapat, Labuan Bajo, Raja Ampat, Pulau Morotai, Mandalika.Nantinya, angkutan umum yang dibenahi itu tidak hanya melayani pelancong, namun dapat dinikmati warga juga.

Keuntungan lainnya, frekuensi ke bandara (misalnya, Labuan Bajo) akan semakin sering. Bandara Komodo terletak tidak jauh dari kota, sehingga trayek angkutan umum yang dirancang juga melayani trayek ke bandara Komodo.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense