Pemerhati Kesehatan
RM.id Rakyat Merdeka - Harian Rakyat Merdeka edisi hari ini, Selasa (14 Januari 2025), halaman 2, memuat berita berjudul "Wabah Penyakit Mulut dan Kuku, Berbahayakah bagi Manusia?". Sehubungan dengan itu, ada tiga hal yang dapat saya sampaikan.
Pertama, Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) adalah penyakit pada hewan. Pengendaliannya merupakan tanggung jawab otoritas kehewanan.
Baca juga : Batuk, Jangan Dianggap Sepele
Kedua, walaupun amat jarang sekali, PMK dapat terkena pada manusia. Setidaknya berdasar jurnal ilmiah yang sudah lama. Salah satu pembahasannya dimuat di jurnal ilmiah BMJ tahun 2001 dengan judul "Foot and mouth disease: the human consequences", yang antara lain melaporkan kasus terakhir PMK pada manusia di Inggris pada tahun 1966.
Contoh lain adalah artikel di jurnal yang sama, BMJ tahun 2001 yang kali ini berjudul "UK investigates possible human cases of foot and mouth disease". Artikel ini menyebutkan bahwa sekitar 30 sampai 40 orang pernah terkena PMK di dunia. Jadi memang amat jarang sekali, walaupun ada.
Lalu, ada juga kepustakaan tahun 2012 dari "European CDC" yang menyebutkan bahwa risiko tertular PMK pada manusia yang mengunjungi daerah yang terdampak adalah amat rendah (extremely low), atau sangat kecil sekali risikonya.
Ketiga, tipe PMK yang pernah ditemukan pada manusia adalah tipe O, diikuti C, lalu tipe A. Yang terkena adalah mereka yang kontak amat erat dengan hewan yang sakit. Masa inkubasi pada manusia adalah antara 2-6 hari. Gejalanya amat ringan dan dapat sembuh dengan sendirinya (self limiting).
Baca juga : Hampir Seperempat Abad Virus HMPV Dan Vaksin
Sebagai penutup, sekali lagi ditekankan bahwa PMK adalah masalah kesehatan hewan. Tentu, program pengendaliannya--di negara kita dan juga di dunia--dilakukan oleh otoritas kesehatan hewan.
Prof Tjandra Yoga Aditama
Direktur Pascasarjana Universitas YARSI, mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.