BREAKING NEWS
 

Lima Aspek Kolaborasi Regional One Health Di Shenzhen

Jumat, 4 Juli 2025 10:07 WIB
Prof. Tjandra Yoga
Pemerhati Kesehatan

RM.id  Rakyat Merdeka - Mekanisme acara Simposium Internasional One Health di Shenzhen kali ini cukup menarik. Setelah sepanjang hari presentasi dan diskusi tanya jawab, sore harinya diadakan plenary umum selama satu jam yang membahas satu topik lintas topik, dengan panelis dari berbagai negara yang langsung diskusi di panggung membahas pertanyaan dari moderatornya. 

Di hari pertama, topiknya adalah bagaimana memutuskan rantai penularan. Di hari kedua membahas kolaborasi regional tentang One Health atau Satu Kesehatan, suatu kerja bersama kesehatan manusia, kesehatan hewan dan kesehatan lingkungan. 

Baca juga : Simposium One Health Di Shenzhen China

Saya menjadi salah satu panelis di hari ke dua, bersama pakar dari China, Thailand, Singapura, Senegal serta Direktur Emergency WHO Western Pacific Regional Office (WPRO) dan dari Fleming Fund. Ada lima hal yang saya sampaikan tentang kenapa diperlukannya kolaborasi regional ini. 

Adsense

Pertama, negara dalam satu region cenderung punya latar belakang sosial budaya yang relatif sejalan, sehingga lebih mudah terikat dalam suatu kesepahaman. Dalam hal ini tentu kerja sama One ASEAN menjadi salah satu contoh baiknya. Kedua, kolaborasi regional amat berhubungan dengan dinamika geo politik yang jelas-jelas mempengaruhi berbagai segi kehidupan, termasuk kesehatan. 

Baca juga : Nutella Berkolaborasi dengan Chef Reynold Siap Hadirkan Serabi Crepe

Ketiga adalah antisipasi kemungkinan penularan penyakit lintas batas negara (cross border), yang tentu juga mempertimbangkan bahwa masyarakat dua negara berbeda yang berbatasan langsung mungkin secara sosial budaya sangat dekat dan bahkan bisa saja dalam satu desa ada sebagian yang masuk negara A dan sebagian lain di negara B. 

Keempat, pembagian regionalisasi organisasi dunia juga berbeda-beda, termasuk antara WHO, FAO, WOAH dan UNEP yang beda-beda cakupan negaranya. Kelima, saya tekankan bahwa untuk kolaborasi regional maka pihak kesehatan jelas perlu kerja sama dengan para diplomat, yang memang menguasi lika-liku dan dinamika negosiasi internasional.

Baca juga : Tambah Kontrak, Raphinha Bakal Awet Di Barcelona

Simposium Internasional One Health di Shenzhen diselenggarakan oleh Southern University of Science and Technology dengan Shenzhen Third People's Hospital, China One Health Network dan Griffith University Brisbane Australia.

Saya dan Dr Dicky Budiman dari Sekolah Pascasarjana Universitas YARSI menjadi pembicara di acara ini. Saya merupakan Adjunct Professor Griffith University dan Dr Dicky Budiman juga lulusan PhD dari sana pula. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense