BREAKING NEWS
 

Geostrategi Sekolah Rakyat: Memperkuat Karakter Bangsa Dan Ideologi Pancasila

Kamis, 17 Juli 2025 07:48 WIB
Prof. Dr. Ermaya Suradinata

 Sebelumnya 
SMA Plus Astha Hannas juga dikenal sebagai kampus pembangunan karakter bangsa ­Indonesia, memiliki visi dan ­misi sebagai tempat pendidikan dan pelatihan untuk mem­bangun ­para calon pemimpin yang di­siplin, berkarakter, dan ber­wawasan kebangsaan. Pendidikan yang menumbuhkan ­karakter kebangsaan juga sekaligus menciptakan public ­virtue—kebajikan publik yang berakar pada nilai-nilai Panca­sila: gotong royong, keadilan sosial, kemanusiaan, dan ke­sadaran akan kebhinekaan.

Sekolah Rakyat menjadi ­medan strategis untuk menum­buhkan manusia Indonesia se­utuhnya—yang cerdas, bermoral, dan berdaya tahan ideologis di tengah gempuran ­zaman. Di sinilah Sekolah Rakyat harus dilihat sebagai ­investasi stra­tegis jangka panjang, bukan hanya sebagai proyek populis. Pendekatan geostrate­gis Panca­sila diterjemahkan da­lam ­praksis pembangunan SDM yang ­berakar dari bawah ­(bottom-up approach), bukan melalui ­pemaksaan simbolik atau instruksi dari pusat belaka.

Baca juga : Pesan Strategis Dari KTT BRICS 2025: Kepemimpinan Indonesia Di Tengah Ketidakpastian Geopolitik

Sehingga kurikulum Sekolah Rakyat pun semestinya tidak ­berhenti pada hafalan ­tentang sila-sila Pancasila, tetapi men­jelma dalam praktik nilai: ­toleransi antarumat beragama, kejujuran dalam bermasyarakat, tanggung jawab sosial, dan semangat persatuan di ­tengah perbedaan. Maka untuk me­rea­lisasikan peran strategis Sekolah Rakyat secara optimal, diperlukan pula dukungan konkret dari peme­rintah daerah dan Kementerian Dalam Negeri.

Pemerintah daerah memiliki peran penting dalam menyediakan fasilitas, sumber daya manusia, dan anggaran yang memadai untuk operasional Sekolah Rakyat. Sementara itu, Kementerian Dalam Negeri dapat memberikan kerangka kebijakan dan regulasi yang mendukung integrasi Sekolah Rakyat ke dalam sistem peme­rintahan desa dan kelurahan, sehingga program ini menjadi bagian ­integral dari pem­bangunan ­nasional.

Baca juga : Trust Ke Fundamental, Analis Kompak Rekomendasikan Saham BBRI

Dengan dukungan pemerin­tah daerah dan Kementerian Dalam Negeri, model pendidikan seperti yang diterapkan di SMA Plus Astha Hannas dapat direplikasi dan disesuaikan di berbagai daerah melalui program Sekolah Rakyat. Sinergi antara masyarakat, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat akan memperkuat ketahanan ideologi bangsa dan memastikan bahwa nilai-nilai Pancasila tetap hidup dan berkembang dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia.

Prof. Dr. Ermaya ­Suradinata, SH, MH, MS, adalah ­Gubernur ­Lemhannas RI (2001-2005) dan ­Direktur Jenderal Sosial Politik ­Depdagri RI ­(1998-2000). ­Dewan Pakar BPIP RI Bidang Geopolitik dan Geostrategi ­Manajemen Pemerintahan. Ketua Dewan Pembina Center for ­Geopolitics & Geostrategy Studies Indonesia (CGSI).

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense