Tausiah Politik
Sebelumnya
Pertanyaan tersebut mengemuka terutama karena mayoritas warga Chile beragama Katolik dan mengaitkannya dengan pernyataan Paus Benedictus XVI beberapa waktu sebelumnya, yang menyoroti krisis keuangan global.
Paus berpendapat bahwa terdapat sesuatu yang keliru dalam sistem perekonomian dunia, karena sistem moneter yang berkembang saat ini terlalu jauh meninggalkan kaidah-kaidah etika dan moral, serta terlalu mengedepankan free-market system. Paus kemudian menyerukan perlunya kesadaran global untuk mempertimbangkan kembali aspek moralitas dalam dunia ekonomi, termasuk menjadikan prinsip ekonomi syariah sebagai salah satu alternatif solusi.
Baca juga : Mungkinkah Indonesia Menjadi Kiblat Peradaban Dunia Islam (2)
Dengan fasih Paus menyebut model profit sharing (mudharabah–musyarakah), yakni sistem yang mendasarkan hubungan antara nasabah dan pemilik modal pada kerja sama positif dan produktif.
“The ethical principles on which Islamic finance is based may bring banks closer to their clients and to the true spirit which should mark every financial service.” Hal ini tentu berbeda dengan lembaga keuangan Barat yang lebih mengedepankan free-market system yang cenderung menguntungkan pemilik modal semata.
Baca juga : Mungkinkah Indonesia Menjadi Kiblat Peradaban Dunia Islam (1)
Gagasan Paus tersebut kemudian diartikulasikan oleh kolumnis senior bidang ekonomi dari Italia, Loretta Napoleoni dan Claudia Segre, dalam media resmi Vatikan, L’Osservatore Romano, melalui artikel berjudul “Islamic Finance: Proposals and Ideas for the West in Crisis.” Dalam tulisan itu, kedua penulis menguraikan secara rinci unsur-unsur kekuatan ekonomi Islam.
Ini menjadi bukti bahwa Islam membawa ajaran yang universal, dan Indonesia diharapkan dapat menjadi kiblat perekonomian yang bermoral.
Baca juga : Mengenal Ilmuwan Baitul Hikmah: Ibn Khaldun
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 6, edisi Sabtu, 15 November 2025 dengan judul "Harapan Dunia terhadap Indonesia: Chile (1)"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.