Dark/Light Mode
Mempersiapkan Kiblat Baru Peradaban Dunia Islam (75)
Mengenal Ilmuwan Baitul Hikmah: Jalaluddin Rumi
Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Maulana Jalaluddin Rumi ibn Bahauddin Muhammad ibn al-Husain al-Khatibi al-Baqri lahir di Balkh pada 6 Rabi‘ul Awwal 604 H/30 September 1207 M dan wafat di Konya pada 5 Jumadil Tsaniyah 672 H/17 Desember 1273 M.
Pada abad ini, kehidupan spiritual Islam mengalami perkembangan pesat, tidak hanya di Asia dan Eropa, tetapi juga di India, di mana gerakan Bhakti mencapai kemajuan besar.
Rumi berasal dari keluarga terpandang. Ayahnya, Bahauddin Walad, adalah keturunan Abu Bakar ash-Shiddiq, khalifah pertama, sedangkan ibunya berasal dari keturunan Ali bin Abi Thalib, khalifah keempat.
Baca juga : Mengenal Ilmuwan Baitul Hikmah: Al-Gazali
Sang ayah pernah menyandang gelar Sultan al-‘Ulama ketika menjadi penasihat spiritual Sultan Ala al-Din Kaykubad di Konya, ibu kota Kekaisaran Seljuk bagian barat.
Masa kecil Rumi tidak dijalani dengan mudah. Pada usia lima tahun, ia sudah harus meninggalkan kampung halamannya karena kekerasan dan pembantaian yang dilakukan Raja Khawarizm terhadap rakyat miskin di Samarkand.
Rumi kecil berpindah dari satu daerah ke daerah lain mengikuti sang ayah. Ia tumbuh di masa penentangan terhadap pengaruh filsafat Yunani. Keluarga Rumi, yang sangat mengagumi Imam al-Ghazali, termasuk kelompok yang menolak keras ajaran filsafat tersebut.
Baca juga : Mengenal Ilmuwan Baitul Hikmah: Al-Fazari
Karya-karya Jalaluddin Rumi kini menghiasi rak-rak buku di berbagai toko besar di Eropa dan Amerika Serikat. Tidak sedikit karyanya yang menjadi best seller dan terus dicetak ulang oleh berbagai penerbit. Karya-karya itu telah diterjemahkan ke dalam banyak bahasa, termasuk bahasa Indonesia.
Kota Konya, tempat Rumi dimakamkan, hingga kini menjadi destinasi spiritual dan budaya yang ramai dikunjungi, bukan hanya oleh umat Islam, tetapi juga oleh penganut agama lain.
Rumi dikenal bukan hanya sebagai penyair besar, tetapi juga sebagai sufi berpengaruh pada zamannya hingga hari ini. Ajarannya kemudian dilembagakan dalam Tarekat Maulawiyah, yang berpusat di Turki dan kini telah tersebar ke seluruh dunia. Pada masa kejayaan Turki Utsmani, tarekat ini memiliki pengaruh besar di lingkungan istana dan kalangan seniman, khususnya sekitar tahun 1648 M.
Baca juga : Mengenal Ilmuwan Baitul Hikmah: Al-Razi
Rumi dikenal sebagai penentang keras pendewaan akal dan indera dalam menetapkan kebenaran. Ia menentang arus besar zamannya yang masih memuja para filsuf Yunani. Karya-karyanya, sejalan dengan gagasan Imam al-Ghazali yang juga mengkritik filsafat Yunani, berhasil mengalihkan perhatian dunia Islam ke arah tasawuf.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.