BREAKING NEWS
 

Mengenal Islam Berkeindonesiaan (11)

Lintas Mazhab

Rabu, 15 Juli 2026 06:10 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Secara fikih, Islam berkeindonesiaan sangat dipengaruhi oleh komunitas Nahdlatul Ulama (NU). Hanya saja, mereka lebih sering menggunakan istilah Islam Nusantara. Setiap kali berbicara tentang Islam Nusantara, mereka tidak memisahkannya dari tradisi Islam Nahdliyin.

Sebaliknya, bagi warga Nahdliyin, setiap kali berbicara tentang Islam, pembahasannya hampir selalu berada dalam konteks Islam Nusantara. Sedemikian erat hubungan antara keduanya sehingga sulit untuk dipisahkan. Dalam Muktamar NU yang baru lalu, NU kembali mengusung penguatan Islam Nusantara sebagai salah satu agenda penting organisasi.

Nahdlatul Ulama sejak awal memompakan semangat lintas mazhab, sebagaimana disimbolkan dalam lambangnya. Terdapat tali yang longgar mengikat bola dunia yang diterangi sembilan bintang. Satu bintang terbesar melambangkan Allah SWT dengan Al-Qur’an sebagai petunjuk-Nya. Bintang lainnya melambangkan Nabi Muhammad SAW dengan hadis sebagai warisannya. Tujuh bintang selebihnya menyimbolkan Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali, serta empat imam mazhab, yaitu Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi’i, dan Imam Ahmad ibn Hanbal.

Baca juga : Lintas Aliran

Pada saat yang sama, kehadiran perguruan tinggi keagamaan Islam yang dimotori oleh Kementerian Agama juga memiliki arah yang sejalan dengan tradisi pemikiran Islam NU, yakni berupaya “melokalkan” atau, dalam istilah lain, menusantarakan ajaran Islam. Peran Kementerian Agama dalam lintasan sejarah bangsa Indonesia sangat besar.

Hingga saat ini, Kementerian Agama masih merupakan salah satu kementerian dengan satuan kerja (satker) terbanyak, yakni lebih dari 300 satker yang tersebar hingga ke tingkat pemerintahan paling bawah melalui Kantor Urusan Agama (KUA) di tingkat kecamatan beserta aparatur di bawah koordinasinya hingga tingkat desa dan kelurahan.

Adsense

Jumlah pegawai Kementerian Agama sekitar 300.000 orang. Di antaranya terdapat 268.244 Guru Agama Islam, yang terdiri atas 120.184 guru berstatus PNS dan 148.060 guru non-PNS.

Baca juga : Bercorak Inklusif

Adapun Penyuluh Agama Islam di bawah Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam berjumlah 97.003 orang yang tersebar hingga ke pelosok desa di seluruh Indonesia. Sebanyak 4.254 di antaranya berstatus PNS dan 92.749 berstatus non-PNS. Kementerian Agama merupakan mesin organisasi yang sangat efektif dalam menyeminasikan Islam yang inklusif di Tanah Air.

Selain NU dan perguruan tinggi keagamaan Islam, kehadiran Muhammadiyah sebagai organisasi kemasyarakatan Islam terbesar kedua di Indonesia, ditambah dengan berbagai ormas Islam lainnya, juga memiliki peranan penting dalam melenturkan sekat-sekat mazhab fikih di Indonesia.

Perbedaan mazhab tidak lagi dipandang sebagai persoalan teologis, melainkan lebih sebagai persoalan sosial. Perbedaan mengenai qunut atau tidak qunut, ziarah kubur atau tidak ziarah kubur, tahlil atau tidak tahlil, maupun perbedaan fikih lainnya, dari waktu ke waktu semakin tidak mengganggu hubungan dalam kehidupan beragama.

Baca juga : Senapas dengan Warisan Spiritual Bangsa

Bahkan, hubungan antarkelompok aliran dalam Islam pun mulai terasa semakin cair. Saudara-saudara kita yang beraliran Syiah, misalnya, dapat hidup dan berkembang di Indonesia.

Selain peran ormas-ormas Islam dan Kementerian Agama sebagai representasi negara dalam urusan keagamaan, kehadiran Majelis Ulama Indonesia (MUI), yang memiliki struktur organisasi hingga tingkat kabupaten/kota, juga memberikan peranan yang sangat besar dalam melenturkan hubungan antarkelompok aliran dan mazhab keagamaan Islam di wilayah Nusantara.

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 6, edisi Rabu, 15 Juli 2026 dengan judul "Mengenal Islam Berkeindonesiaan (11) Lintas Mazhab"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense