BREAKING NEWS
 

Erina Gudono Donasikan Rambut Untuk Pejuang Kanker, Ini Pesannya

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Senin, 10 Februari 2025 07:56 WIB
Menantu Presiden ke-7 RI Joko Widodo, Erina Gudono mendonasikan rambutnya untuk para pejuang kanker. (Foto: Instagram)

RM.id  Rakyat Merdeka - Erina Gudono, menantu Presiden ke-7 RI Joko Widodo mendonasikan rambutnya untuk pejuang kanker. Dia kini terlihat lebih fresh, dengan potongan rambut sebahu.

Kabar ini disampaikan langsung oleh Erina, lewat postingan story dan feed Instagramnya, Minggu (9/2/2025) malam.

 


“Dalam Hari Kanker Sedunia kemarin, aku mendonasikan rambut yang udah aku tunggu untuk cukup panjang 30 cm selama hampir dua tahun terakhir. Terinspirasi ajakan salah satu yayasan kanker yang aku kunjungi dulu,” kata Erina lewat akun @erinagudono.

Baca juga : Metode Steamflood PHR, Inovasi Anak Bangsa Untuk Ketahanan Energi Nasional

Istri Kaesang Pangarep ini mengaku pernah merasakan duka mendalam, karena ditinggal anggota keluarga yang sakit kanker. Menurutnya, rasa sakit itu tak pernah pudar.

Dari situ, Erina termotivasi untuk memberikan sedikit kenyamanan bagi para pejuang kanker.

Adsense

“Itulah mengapa saya memutuskan untuk menyumbangkan rambut saya. Ini adalah isyarat kecil, tetapi saya harap ini dapat membantu seseorang merasa sedikit lebih kuat, berani, dan mengingatkan mereka tidak sendirian dalam perjalanan ini,” ungkap Erina.

“Untuk setiap pejuang kanker di luar sana, kalian terlihat, dicintai, dan tidak pernah sendirian,” imbuhnya.

Baca juga : Jelang Ramadan, Presiden Prabowo Pastikan Stok Pangan Nasional Aman

Data BPJS Kesehatan tahun 2023 menunjukkan, penyakit kanker menempati urutan kedua penyakit katastropik atau penyakit berbiaya tinggi setelah penyakit jantung (Rp 17.629 triliun untuk 20.037.289 kasus), dengan angka Rp 4,5 triliun untuk 3.864.086 kasus. Disusul stroke (Rp 3,234 triliun untuk 2.536.620 kasus), gagal ginjal (Rp 2,156 triliun untuk 1.322.798 kasus), dan hemofilia (Rp 1,230 triliun untuk 140.179 kasus) dalam kelompok lima besar.

Per 6 Februari 2025, lewat situs resminya, Kementerian Kesehatan melaporkan peningkatan jumlah kasus kanker di Indonesia. Kasus ini diprediksi melonjak hingga lebih dari 70 persen pada tahun 2050, jika langkah pencegahan dan deteksi dini tidak diperkuat.

Saat ini, sekitar 400 ribu kasus baru kanker terdeteksi setiap tahunnya, dengan angka kematian mencapai 240 ribu kasus.

Tanpa intervensi yang efektif, beban kanker akan semakin besar, baik dari segi kesehatan masyarakat maupun ekonomi.

Baca juga : AS Vs China Kembali Perang Dagang, Indonesia Kena Getahnya?

Itu sebabnya, pemerintah getol mendorong masyarakat untuk melakukan pemeriksaan dini kanker. Antara lain melalui cek kesehatan gratis yang dimulai hari ini, Senin (10/2/2025).

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense