RM.id Rakyat Merdeka - Penulis Meliza Maria kembali menghadirkan karya terbaru lewat buku berjudul "Tidak Berdiri Sendiri". Ini menjadi buku keduanya, setelah novel perdana "Aku dan Bintang" terbit pada 2023 lalu.
Peluncuran resmi buku setebal 348 halaman ini digelar di toko buku Kinokuniya, Grand Indonesia, Jakarta, Sabtu (9/8/2025).
Kisah dalam buku ini berpusat pada tokoh bernama Lilith, yang memiliki kecintaan mendalam terhadap puzzle.
Baca juga : Gempa M5,4 Guncang Halmahera Barat, Tidak Berpotensi Tsunami
Bagi Lilith, puzzle bukan sekadar gambar yang dipotong-potong atau permainan anak-anak. Dalam pandangan Meliza, puzzle adalah kepingan peristiwa kehidupan yang harus disusun menjadi satu gambar utuh.
Buku ini tak hanya memotivasi pembaca, tapi juga mengajak untuk memahami pentingnya fokus pada tujuan, mengelolanya, dan menyiapkan strategi hingga tercapai.
Meliza mengaku menulis buku ini dengan penuh emosi. Banyak peristiwa kehidupan dan interaksinya dengan permainan puzzle yang ia tuangkan ke dalam cerita.
Baca juga : Jepang Sukses Tekan Tarif Trump, PM Ishiba Bersiap Mundur
Melalui puzzle, ia memadukan bacaan, ilmu psikologi, pengamatan, pemikiran, dan pengalaman hidup menjadi rangkaian kisah yang rapi dan mengalir. Di penutup, ia bahkan mengajak pembaca untuk mencoba bermain puzzle.
"Permainan ini membuatku mengenal diriku sendiri dengan cara yang sangat menyenangkan. Untuk itu aku tahu, aku harus terus merangkai kepingan,” ujar Meliza dalam keterangannya, Kamis (14/8/2025).
Menurut Meliza, karya ini cocok dibaca para pelajar, khususnya tingkat SMA ke atas. “Hargai setiap keping, lalu pahami dan taruh di tempat yang betul. Buku ini juga boleh diartikan sebagai permainan, boleh diartikan sebagai kehidupan,” tuturnya.
Baca juga : Keren, Mahasiswa IPB Ajari Petani Prediksi Cuaca Sendiri
Proses penulisan Tidak Berdiri Sendiri terbilang singkat. Hanya butuh dua bulan untuk menyelesaikan draft, dan delapan bulan hingga siap terbit. “Kalau buku pertama lebih sulit, hampir satu tahun mengerjakannya,” kata ibu tiga anak ini.
Latar belakang pendidikannya di bidang psikologi membuat Meliza melihat puzzle sebagai gambaran hidup.
“Sehari-hari kita kurang lebih kaya main puzzle, nyusun keping yang ga tau gimana, tapi lama-lama akan tau. Harapannya, semoga orang-orang bisa menemukan apa yang saya temukan karena bermain puzzle itu menyenangkan,” pungkasnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.