Dark/Light Mode

Keren, Mahasiswa IPB Ajari Petani Prediksi Cuaca Sendiri

Senin, 21 Juli 2025 09:53 WIB
Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik Inovasi (KKN-T Inovasi) Institut Pertanian Bogor (IPB) Tahun 2025 melaksanakan pemasangan dan sosialisasi Automatic Weather Station (AWS) di Dusun Kedungpoh Kidul, Kalurahan Kedungpoh, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, Sabtu (19/7/2025). Foto: Istimewa
Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik Inovasi (KKN-T Inovasi) Institut Pertanian Bogor (IPB) Tahun 2025 melaksanakan pemasangan dan sosialisasi Automatic Weather Station (AWS) di Dusun Kedungpoh Kidul, Kalurahan Kedungpoh, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, Sabtu (19/7/2025). Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik Inovasi (KKN-T Inovasi) Institut Pertanian Bogor (IPB) Tahun 2025 melaksanakan pemasangan dan sosialisasi Automatic Weather Station (AWS) di Dusun Kedungpoh Kidul, Kalurahan Kedungpoh, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, Sabtu (19/7/2025).

Mahasiswa peserta KKN, Muchayat Aziz Syahputra mengatakan, pemasangan alat prediksi cuaca ini dipasang sebagai inisiatif mendukung pertanian presisi yang adaptif terhadap perubahan iklim.

“Alat ini, menyediakan data cuaca aktual dan prakiraan harian yang dapat diakses masyarakat secara daring,” kata Aziz.

Baca juga : Netanyahu Nominasikan Trump Jadi Pemenang Nobel Perdamaian

Aziz menceritakan, AWS memiliki kelebihan merekam data seperti suhu udara, kelembaban, curah hujan, intensitas cahaya matahari, serta kecepatan dan arah angin.

Dengan dukungan dari platform Sinaubumi sebagai mitra penyedia server, data yang terekam dapat dipantau secara real-time dan digunakan untuk memprediksi kondisi cuaca hingga 10 hari ke depan.

“Ini merupakan bagian dari program bertema Empowering Agromaritime Society for Socio-Economic Resilience,” katanya.

Baca juga : Persija Masih Buru Pemain Lengkapi Skuad

Diungkapkannya, masyarakat antusias atas pemasangan AWS ini. Bahkan, kegiatan sosialisasi berlangsung interaktif. Menggunakan alat ini, warga diajari cara membaca data, serta potensi pemanfaatannya dalam menentukan waktu tanam, menyusun strategi irigasi, dan mengantisipasi risiko pertanian.

Saat sosialisasi, Ketua Badan Permusyawaratan Kalurahan (Bamuskal) Prapto Sediyono sangat antusias mempelajari kinerja AWS. Dengan nada bercanda menanggapi data prakiraan cuaca.

“Dari data ramalan, tanggal 27 itu hujan ya, awas kalau salah ya,” kelakar Prapto.

Baca juga : Kepala PCO Ajak Mahasiswa Kritis Hadapi Realitas Semu Media Sosial

Sontak gurauan itu disambut tawa riuh dari peserta. Tim mahasiswa menjelaskan bahwa akurasi prediksi akan meningkat seiring waktu. Idealnya, setelah pengumpulan data harian selama tiga bulan hingga satu tahun.

Para petani berharap, keberadaan AWS dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan serta membuka ruang diskusi lanjutan. "Termasuk integrasi data cuaca dengan sistem peringatan dini hama tanaman," ujar ketua RW 001 yang juga Ketua Kelompok Tani.

Acara ini dihadiri oleh Ketua Badan Permusyawaratan Kalurahan (Bamuskal), para Kepala Dusun se-Kalurahan Kedungpoh, anggota Kelompok Wanita Tani (KWT), serta puluhan warga setempat.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :