Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Aneh! Harga Beras Naik Saat Stok Melimpah, DPR Minta Pemerintah Tak Berdiam Diri
Rabu, 11 Juni 2025 13:31 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Stok beras nasional saat ini sedang melimpah, tapi harga di pasar justru naik. Kondisi ini bikin heran banyak pihak, termasuk DPR.
Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi PKB, Imas Aan Ubudiyah, angkat bicara. Ia mendesak pemerintah segera turun tangan untuk mengendalikan harga beras yang makin tak ramah kantong rakyat.
“Pemerintah tidak bisa berdiam diri membiarkan harga beras terus naik. Beras adalah kebutuhan pokok rakyat, sehingga diperlukan langkah cepat, tepat, dan terukur untuk menstabilkan harga serta menyelidiki penyebab tingginya harga saat ini,” ujar Imas di Jakarta, Rabu (11/6/2025).
Baca juga : Harga Emas Naik Lagi, Jadi Rp 1.910.000 Per Gram
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, harga beras naik 2,37 persen secara tahunan per Mei 2025. Angka ini terbilang mencolok di tengah klaim pemerintah soal stok beras yang aman.
Perum Bulog mencatat cadangan beras pemerintah kini lebih dari 4 juta ton. Menurut Menteri Pertanian Amran Sulaiman, ini adalah stok tertinggi dalam 57 tahun terakhir.
“Bayangkan, stok melimpah tapi harga tetap naik. Ini menunjukkan adanya persoalan serius di rantai distribusi atau tata niaga yang harus segera diurai,” Imas menambahkan.
Baca juga : WNA Marak Beli Properti Pakai Kripto, Pemerintah Diminta Cek Investasi Di Bali
Kenaikan harga terasa tajam di daerah produsen seperti Jawa Timur. Berdasarkan data Siskaperbapo Pemprov Jatim per 8 Juni 2025, harga beras medium rata-rata tembus Rp 12.566/kg.
Sementara itu, harga beras premium di wilayah yang sama menyentuh Rp 14.667/kg. Di Sidoarjo, angkanya lebih mencengangkan: beras medium Rp 13.500/kg dan premium Rp 16.250/kg.
Harga tinggi ini membuat daya beli masyarakat makin tertekan. Banyak warga mulai mengurangi konsumsi atau beralih ke jenis beras kualitas lebih rendah.
Baca juga : Stok Melimpah Belum Dikeluarkan Dari Gudang
Imas menyoroti pentingnya distribusi yang adil dan pengawasan tata niaga yang ketat. Ia menduga ada masalah di jalur distribusi yang selama ini luput dari perhatian.
Ia juga mengingatkan agar stok yang besar tidak dijadikan alasan membuka ekspor terlalu cepat. “Dengan stok beras yang tinggi, seharusnya konsumsi dalam negeri bisa tercukupi terlebih dahulu. Jangan sampai stok berlimpah tapi masyarakat kesulitan membeli beras karena harganya tidak terjangkau,” tegasnya.
Jika situasi ini terus berlarut, dikhawatirkan inflasi akan terdorong naik dan kebutuhan pokok makin sulit dijangkau warga berpenghasilan rendah.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya