BREAKING NEWS
 

Duduk Terlalu Lama Ternyata Bisa Merusak Paru-paru, Simak Penjelasan Ahli

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Minggu, 26 Juli 2026 09:48 WIB
Ilustrasi pekerja kantoran (Foto: Pexels)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dokter Spesialis Paru dari Divisi Infeksi Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Erlina Burhan mengingatkan, durasi duduk yang terlalu lama dapat memberikan banyak efek negatif pada tubuh. Tak terkecuali, organ paru.

"Coba hitung, berapa lama Anda duduk hari ini? Kalau pekerjaan Anda menuntut duduk di depan komputer, mengemudi, atau menjahit berjam-jam, Anda termasuk kelompok yang perlu waspada," kata Erlina via Instagram.

Dia pun mencontohkan profesi dengan durasi duduk panjang setiap harinya. Sebut saja pekerja kantoran, pengemudi, programmer, hingga penjahit.

"Kebiasaan duduk dalam waktu lama ternyata bisa berdampak lebih jauh, tak sekadar pegal-pegal biasa," ujar Erlina.

Baca juga : RI Dan Mesir Cs Kecam Penyerbuan Al Aqsa

Yang jadi soal, ternyata bukan hanya durasi duduk saja. Melainkan juga posisinya. Menurut Erlina, duduk lebih dari 4 jam sehari tanpa jeda, apalagi dalam posisi membungkuk, sangat perlu diwaspadai. Sebab, saat membungkuk, ruang dada menjadi sempit. Alhasil, paru tidak bisa mengembang secara maksimal setiap kali kita bernapas.

Saat tubuh diam terlalu lama, otot-otot pernapasan seperti diafragma dan otot antar tulang rusuk ikut menjadi kurang aktif.

"Padahal, otot-otot inilah yang bekerja setiap kali kita menarik dan mengembuskan napas. Semakin jarang otot ini dilatih lewat gerakan tubuh, semakin menurun pula efisiensinya dari waktu ke waktu," jelas Erlina.

Adsense

Duduk terlalu lama, juga dikaitkan dengan peningkatan peradangan kronis tingkat rendah yang memengaruhi berbagai organ, termasuk paru.

Baca juga : Bunga di Tepi Jurang, Drama Penuh Luka Bikin Penasaran

"Aliran darah dan distribusi oksigen ke jaringan tubuh pun tidak sebaik saat kita aktif bergerak, sehingga kebugaran kardiorespirasi (kemampuan jantung dan paru bekerja sama memasok oksigen ke tubuh) ikut menurun. Kemampuan paru serta jantung memasok oksigen saat beraktivitas, jadi ikut terganggu," papar Erlina. 

Kabar baiknya, olahraga tetap bisa membantu mengurangi dampak penurunan fungsi paru, asalkan durasi duduk kita masih di kisaran 4 hingga 8 jam sehari. Cukup penuhi rekomendasi WHO, yaitu berolahraga minimal 150 menit setiap minggu, untuk menjaga fungsi paru tetap optimal.

Tetapi, jika kita kembali duduk lebih dari 8 jam setelah berolahraga, tubuh tetap berada dalam kondisi tidak aktif dalam waktu yang cukup panjang untuk memengaruhi fungsi paru.

Karena itu, selain memenuhi target olahraga mingguan, upayakan juga untuk bangun, berdiri, atau berjalan ringan setiap satu jam sekali.

Baca juga : KPK Telusuri Dugaan Setoran Biro Jasa ke Kanim Ngurah Rai dan Denpasar Bali

"Sekecil apa pun gerakan itu, paru Anda akan berterima kasih," pungkas Erlina. 

 

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense