RM.id Rakyat Merdeka - Seni lukis menjadi medium untuk menyuarakan perdamaian dan harapan akan masa depan yang lebih baik.
Semangat itu diangkat SBY Art Community (SAC) melalui pameran bertajuk Art for Peace and a Better Future: Collaboration yang digelar untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan HUT ke-499 DKI Jakarta.
Pameran berlangsung di Galeri Emiria Soenassa dan Oesman Effendi, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pada 18-30 Agustus 2026.
Pameran ini didukung sejumlah mitra strategis, di antaranya The Yudhoyono Institute, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Kornfeld Galerie Berlin, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, serta sejumlah mitra seni dan budaya lainnya.
Pameran tersebut merupakan gelaran kedua setelah SAC dibentuk oleh Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Baca juga : Warga AS Pesimistis MoU Dengan Iran Bawa Damai
SAC memiliki visi menjadi wadah untuk menyuarakan perdamaian, inklusivitas, dan pelestarian lingkungan melalui seni, khususnya seni lukis.
Sebanyak 150 karya lukisan dari 27 seniman Indonesia ditampilkan dalam pameran ini. Karya-karya tersebut berasal dari berbagai kalangan, mulai dari SBY, seniman cilik, hingga seniman tamu dari Kornfeld Galerie Berlin, Christopher Lehmpfuhl.
Ketua Koordinator Pameran SAC 2026 Letjen (Purn.) Ediwan Prabowo mengatakan, tema perdamaian menjadi fokus utama pameran sebagai respons terhadap dinamika global dan kebutuhan akan solidaritas.
“Tema perdamaian dan cita-cita akan dunia yang lebih baik dipilih sebagai fokus utama untuk merespons dinamika global dan kebutuhan akan solidaritas. Kami berharap pameran ini dapat menjadi inspirasi sosial, memperkuat semangat kebersamaan, dan menumbuhkan optimisme masa depan yang lebih baik. Hal ini sesuai dengan visi Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono, yang ingin senantiasa menyuarakan perdamaian dan dunia yang lebih baik melalui seni, terutama seni lukis,” ujarnya.
Di tempat yang sama, Wakil Ketua Pameran SAC 2026 yang juga merupakan salah satu seniman peserta mengatakan, kolaborasi tersebut mempertemukan Jakarta dan Berlin sekaligus menjadi bagian dari peringatan HUT ke-499 DKI Jakarta.
Baca juga : Pesawat Tempur AS Hilir Mudik di Selat Hormuz, Iran Geram
“Ini merupakan kolaborasi lintas generasi dengan adanya rentang usia antara 10 tahun sampai 76 tahun. Lintas budaya menjadi sebuah keunikan sendiri dari pameran ini karena adanya sister city collaboration antara Jakarta dan Berlin, sekaligus menandai HUT DKI yang ke-499 tahun ini,” ucapnya.
Kurator pameran, Gie Sanjaya, mengatakan keberagaman peserta menunjukkan bahwa perdamaian tidak hadir melalui satu suara, melainkan dibangun dari pengalaman yang beragam dan saling melengkapi.
“Pameran ini memperlihatkan bahwa perdamaian tidak pernah hadir sebagai satu suara, melainkan sebagai himpunan pengalaman yang saling melengkapi,” ujarnya.
Kolaborator dari Kornfeld Galerie Berlin, Christopher Lehmpfuhl, mengatakan karya-karya yang ditampilkan membawa pesan tentang perdamaian dan masa depan yang lebih baik.
“Saya membuat lukisan-lukisan ini tidak hanya sekadar melukisnya, melainkan juga memamerkannya untuk memperlihatkan makna perdamaian dan masa depan lebih baik. Hal ini disebut sebagai demokrasi dan menurut saya semua nilai ini sangatlah penting di masa sekarang,” ujarnya.
Baca juga : AS-Iran Berunding Di Swiss, Israel Masih Berusaha Gagalkan Perdamaian
Selain pameran, SAC juga menghadirkan sejumlah program publik berupa artist talk dan tur pameran yang dipandu kurator, panitia, serta gallery sitter.
Program tersebut terbuka bagi masyarakat umum. Publik juga diundang untuk berpartisipasi aktif, baik sebagai penikmat maupun pendukung kegiatan seni.
Sebelumnya, SBY Art Community (SAC) merupakan inisiatif transformatif yang berupaya menempatkan seni rupa sebagai instrumen perdamaian dan praktik inklusivitas.
SAC berangkat dari gagasan Presiden Republik Indonesia ke-6 periode 2004-2014, Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono, untuk membangun komunitas yang bertujuan memajukan praktik seni rupa, terutama seni lukis, di Tanah Air.
Komunitas tersebut juga membuka partisipasi secara luas untuk menjadikan seni rupa sebagai katalis kebersamaan dan perdamaian, sekaligus menyuarakan keadilan global.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.