BREAKING NEWS
 

Efek Terlalu Lama Menggunakan Earphone pada Pendengaran

Writer : IKM10 UINSU Stambuk 2026c
Editor : UJANG SUNDA
Jumat, 9 Oktober 2026 20:27 WIB
Ilustrasi efek terlalu lama menggunakan earphone (Gambar dibuat dengan AI)

Earphone telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari mahasiswa. Perangkat ini digunakan untuk mendengarkan musik, menonton video, bermain gim, mengikuti pembelajaran daring, hingga berkomunikasi. Kepraktisannya membuat sebagian mahasiswa menggunakannya dalam waktu yang cukup lama. Di balik manfaat tersebut, penggunaan dengan volume tinggi dan paparan berlebihan dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan pendengaran.

Sejumlah penelitian terhadap mahasiswa di Indonesia menunjukkan adanya kaitan antara pola penggunaan earphone dan masalah pendengaran. Penelitian Putra Negara dan rekan-rekan pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah menemukan hubungan antara intensitas penggunaan earphone dengan derajat gangguan pendengaran.

Temuan serupa terlihat dalam penelitian pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa penggunaan earphone dengan volume 60 persen atau lebih memiliki hubungan dengan gangguan pendengaran. Temuan ini menunjukkan bahwa tingkat volume menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan, bukan hanya seberapa lama seseorang menggunakan earphone.

Baca juga : Sampah Menumpuk,DBD Mengancam:Pengelolaan Sampah Sebagai Upaya Pencegahan Primer

Masalah lain yang dapat muncul adalah tinnitus, yaitu sensasi mendengar bunyi seperti denging tanpa adanya sumber suara dari luar. Penelitian terbaru pada mahasiswa kedokteran di Indonesia menemukan bahwa frekuensi dan durasi penggunaan earphone berhubungan dengan keluhan tinnitus. Kondisi tersebut dapat mengganggu kenyamanan dan aktivitas sehari-hari apabila berlangsung terus-menerus.

Adsense

Meski demikian, penggunaan earphone tidak secara otomatis menyebabkan gangguan pendengaran pada setiap orang. Risiko dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti tingkat volume, lama paparan, frekuensi penggunaan, serta kondisi kesehatan telinga. Karena itu, diperlukan kebiasaan penggunaan yang lebih aman.

Kita dapat melakukan pencegahan dengan menjaga volume pada tingkat yang nyaman, membatasi waktu penggunaan, dan memberikan jeda agar telinga tidak terus-menerus terpapar suara. Jika muncul keluhan seperti telinga berdenging atau kesulitan mendengar, pemeriksaan pendengaran dapat menjadi langkah yang tepat.

Baca juga : JakAntro Dukung Digitalisasi Pelayanan Smart Posyandu di Jakarta

Dari perspektif Ilmu Kesehatan Masyarakat, upaya pencegahan tidak hanya menjadi tanggung jawab individu. Kampus, puskesmas, dan organisasi mahasiswa dapat berperan melalui edukasi mengenai kesehatan pendengaran dan penggunaan perangkat audio secara aman. Informasi tersebut penting agar mahasiswa memahami risiko sebelum muncul gangguan.

Earphone memberikan banyak manfaat bagi kehidupan, tetapi penggunaannya perlu disertai kesadaran terhadap kesehatan. Kebiasaan sederhana seperti mengatur volume, membatasi paparan, dan memperhatikan tanda-tanda gangguan pendengaran dapat membantu menjaga kesehatan telinga dalam jangka panjang. Dengan demikian, teknologi tetap dapat dimanfaatkan tanpa mengorbankan kesehatan pendengaran.

Artikel ini ditulis oleh Raisya Hafidzah Simatupang, Luthfiah Mawar, M.K.M., dan Dr. M. Agung Rahmadi, M.Si. Lalu diedit oleh Makayla Aisyah, Khayla Terre Fanny, Najwa Chairun Naya, Nawar Wulan, Gita Zaskya Putri Tanjung, Nafisya Luthfiah Azizah, Kayla Humairoh, dan Nur Intan dari IKM 10 Stambuk 2026, Fakultas Kesehatan Masyarakat, UIN Sumatera Utara.

Powered by Froala Editor

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense