Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Fenomena Health Anxiety Akibat Konsumsi Konten Kesehatan di Media Sosial
Rabu, 7 Oktober 2026 22:41 WIB
Perkembangan media sosial telah mengubah cara masyarakat memperoleh informasi, termasuk informasi kesehatan. Melalui TikTok, Instagram, YouTube, X, dan berbagai platform lainnya, masyarakat dapat dengan mudah menemukan informasi mengenai penyakit, gejala, pola hidup sehat, makanan, kesehatan mental, hingga pengalaman seseorang ketika mengalami penyakit. Kemudahan ini memberikan manfaat dalam meningkatkan pengetahuan kesehatan. Namun, konsumsi konten kesehatan secara berlebihan juga dapat memunculkan health anxiety, yaitu kekhawatiran berlebihan terhadap kondisi kesehatan.
Seseorang yang mengalami health anxiety dapat menjadi terlalu memperhatikan kondisi tubuh dan menganggap gejala yang sebenarnya umum sebagai tanda penyakit serius. Fenomena ini dapat terjadi ketika seseorang menonton konten mengenai gejala suatu penyakit, kemudian membandingkannya dengan kondisi tubuh sendiri. Ketika merasa memiliki gejala yang sama, muncul kekhawatiran sehingga orang tersebut mencari informasi tambahan melalui internet atau media sosial. Pencarian tersebut justru dapat menemukan berbagai kemungkinan penyakit lain dan membuat kecemasan semakin meningkat.
Perilaku mencari informasi kesehatan secara berlebihan di internet sering dikaitkan dengan istilah cyberchondria. Penelitian sebelumnya menunjukkan adanya hubungan antara health anxiety, pencarian informasi kesehatan secara daring, dan cyberchondria. Hal ini menunjukkan bahwa pencarian informasi kesehatan tidak selalu memberikan ketenangan, terutama ketika dilakukan berulang kali untuk memperoleh kepastian mengenai kondisi tubuh.
Baca juga : Kesadaran Kesehatan Masyarakat Perlu Terus Ditingkatkan
Media sosial juga memiliki tantangan berupa kualitas informasi yang beragam. Konten kesehatan tidak selalu dibuat oleh tenaga kesehatan atau lembaga yang kredibel. Informasi yang benar dapat berdampingan dengan informasi yang tidak lengkap, kurang tepat, atau menyesatkan. WHO menggunakan istilah infodemic untuk menggambarkan kondisi ketika masyarakat menghadapi informasi dalam jumlah sangat besar, termasuk informasi yang salah atau menyesatkan.
Selain kualitas informasi, algoritma media sosial dapat memperkuat paparan terhadap konten serupa. Pengguna yang sebelumnya mencari informasi mengenai penyakit tertentu dapat kembali menemukan konten dengan topik yang sama. Paparan berulang tersebut dapat membuat seseorang semakin fokus terhadap penyakit dan gejala.
Meskipun demikian, media sosial tidak secara otomatis menyebabkan health anxiety. Media sosial juga memiliki manfaat besar dalam meningkatkan literasi dan kesadaran kesehatan, terutama melalui konten yang dibuat oleh tenaga kesehatan, institusi pendidikan, rumah sakit, dan lembaga kesehatan.
Baca juga : Tidur Cukup, Kebiasaan Sederhana untuk Menjaga Kesehatan
Karena itu, literasi kesehatan digital menjadi penting. Masyarakat perlu mampu mencari, memahami, mengevaluasi, dan menggunakan informasi kesehatan secara tepat. Informasi mengenai gejala di media sosial sebaiknya dipahami sebagai pengetahuan awal, bukan sebagai dasar untuk melakukan diagnosis sendiri.
Dari perspektif kesehatan masyarakat, peningkatan literasi kesehatan digital perlu dilakukan melalui sekolah, perguruan tinggi, fasilitas kesehatan, dan media sosial. Tenaga kesehatan juga berperan dalam menyediakan informasi yang mudah dipahami dan berbasis bukti. Dengan kemampuan menilai informasi secara kritis dan mengetahui kapan harus berkonsultasi dengan tenaga kesehatan, media sosial dapat lebih banyak dimanfaatkan sebagai sarana edukasi daripada menjadi sumber kekhawatiran yang tidak perlu.
Artikel ini ditulis oleh Raisya Hafidzah Simatupang, Luthfiah Mawar, M.K.M., dan Dr. M. Agung Rahmadi, M.Si., Lalu diedit oleh Makayla Aisyah, Khayla Terre Fanny, Najwa Chairun Naya, Nawar Wulan, Gita Zaskya Putri Tanjung, Nafisya Luthfiah Azizah, Kayla Humairoh, dan Nur Intan dari IKM 10 Stambuk 2026, Fakultas Kesehatan Masyarakat, UIN Sumatera Utara.
IKM10 UINSU Stambuk 2026c
Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN Sumatera Utara.
Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN Sumatera Utara.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya