RM.id Rakyat Merdeka - Air mineral tidak hanya berbeda dalam kandungan mineral, tetapi juga dalam sensasi rasa yang dirasakan saat diminum.
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa jenis, proporsi, dan keseimbangan mineral dapat mempengaruhi persepsi rasa serta tingkat kesukaan konsumen, bahkan air dengan total mineral terlarut tertinggi belum tentu menjadi yang paling disukai.
Temuan tersebut dipaparkan dalam penelitian berjudul “Linking Ionic Composition to Sensory Attributes in Mineral Water: A Temporal Sensory and Consumer Perception Study”.
Principal Researcher, dr. Dien Kurtanty menjelaskan, penelitian ini mengkaji hubungan antara komposisi mineral, persepsi sensorik, dan preferensi konsumen melalui analisis laboratorium, uji sensorik temporal, serta uji penerimaan konsumen.
“Perbedaan rasa pada air mineral selama ini sering kali dipandang sebagai preferensi subjektif. Penelitian ini memberikan pendekatan ilmiah untuk melihat bagaimana perbedaan komposisi mineral dapat berkontribusi terhadap persepsi rasa dan penerimaan konsumen,” ujar dr. Dien dalam konferensi pers, Rabu (21/10/2026).
Air sendiri merupakan bagian penting dalam pemenuhan kebutuhan cairan tubuh. Berdasarkan informasi yang disampaikan dalam materi penelitian, sekitar 80 persen kebutuhan cairan individu berasal dari cairan yang dikonsumsi, termasuk air, sedangkan sisanya berasal dari makanan.
Namun, setiap air mineral memiliki komposisi dan keseimbangan mineral yang berbeda sehingga dapat menghasilkan pengalaman sensorik yang beragam.
Dalam penelitian tersebut, dr. Dien menggunakan dua metode untuk mengevaluasi persepsi konsumen.
Baca juga : Pemodelan Transfer Teknologi Lintas Negara: Kontribusi Riset (UNIVA) bagi Asia
Pertama, uji hedonik terhadap 100 responden untuk menilai rasa, aftertaste atau rasa yang tertinggal setelah diminum, kesegaran, dan penerimaan secara keseluruhan.
Kedua, metode Temporal Check-All-That-Apply (TCATA) yang melibatkan 50 panelis semi-terlatih untuk mengamati perubahan atribut sensorik selama 40 detik proses konsumsi.
“Penelitian ini menggunakan dua pendekatan untuk mendapatkan gambaran yang lebih menyeluruh mengenai persepsi konsumen terhadap air mineral. Uji hedonik dilakukan untuk mengukur tingkat kesukaan responden terhadap rasa, aftertaste, kesegaran, dan penerimaan secara keseluruhan. Sementara itu, metode TCATA digunakan untuk memetakan atribut sensorik yang dirasakan panelis selama 40 detik proses konsumsi,” papar dr. Dien.
Dengan menggabungkan kedua metode tersebut, penelitian tidak hanya mengukur tingkat kesukaan konsumen terhadap sampel air mineral, tetapi juga mengamati bagaimana karakteristik rasanya berkembang dari waktu ke waktu.
Hasil analisis menunjukkan Sampel A memiliki kandungan bikarbonat sebesar 267 mg/L dan natrium 46,98 mg/L.
Sementara itu, Sampel B mencatat total padatan terlarut (total dissolved solids atau TDS) tertinggi, yakni 260 mg/L.
Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan Sampel A sebesar 198 mg/L dan Sampel C sebesar 6 mg/L.
Meski memiliki TDS tertinggi, Sampel B tidak memperoleh skor penerimaan konsumen paling tinggi.
Baca juga : Prasasti Luncurkan Riset tentang Tantangan Usaha untuk Naik Kelas
Sampel A justru mencatat skor tertinggi pada seluruh atribut uji hedonik. Sampel A memperoleh skor 3,60 dari 5 untuk rasa, 3,36 untuk aftertaste, 3,92 untuk kesegaran, dan 3,78 untuk penerimaan keseluruhan.
“Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampel dengan TDS tertinggi tidak selalu mendapat penerimaan konsumen tertinggi. Sampel A justru memperoleh skor lebih tinggi pada sejumlah atribut. Ini menunjukkan bahwa profil rasa air tidak hanya dipengaruhi jumlah total mineral, tetapi juga jenis, proporsi, dan keseimbangan mineral di dalamnya,” jelas dr. Dien.
Penelitian tersebut juga menemukan sensasi thin sweet, yakni rasa manis ringan, pada Sampel A. Sensasi ini terdeteksi melalui pengujian sensorik tanpa penambahan gula maupun pemanis.
Sampel A menunjukkan proporsi pemilihan atribut thin sweet tertinggi, terutama pada detik ke-10 hingga ke-20 setelah konsumsi, sebelum persepsinya menurun.
“Thin sweet merupakan sensasi manis ringan yang terdeteksi melalui pengujian sensorik, bukan karena penambahan gula atau pemanis. Temuan ini berkaitan dengan karakteristik komposisi mineral dalam sampel, termasuk kandungan bikarbonat dan keseimbangan ioniknya,” ujar dr. Dien.
Selain thin sweet, pengujian TCATA mengamati empat atribut sensorik lainnya, yaitu fresh atau segar, mineral bitter atau pahit mineral, metallic atau sensasi logam, serta astringent atau sepat.
Persepsi terhadap atribut-atribut tersebut bervariasi sepanjang proses konsumsi. Pada Sampel A, sensasi thin sweet paling banyak terdeteksi pada detik ke-10 hingga ke-20, kemudian menurun.
Sementara itu, Sampel C menunjukkan persepsi pahit mineral yang lebih tinggi pada fase awal dan sensasi sepat pada fase akhir tertentu.
Baca juga : Top 10 Kampus RI dengan Kualitas Riset Terbaik Versi THE WUR 2027
“Sensasi rasa dapat berubah dari waktu ke waktu setelah air diminum. Pada Sampel A, persepsi thin sweet paling banyak terdeteksi pada detik ke-10 hingga ke-20, kemudian menurun. Sementara itu, Sampel C menunjukkan persepsi pahit mineral yang lebih tinggi pada fase awal dan sensasi sepat pada fase akhir tertentu,” jelasnya.
Meski memberikan gambaran mengenai hubungan komposisi mineral dan persepsi rasa, dr. Dien menegaskan hasil penelitian tersebut belum dapat digeneralisasi untuk seluruh produk air mineral maupun kelompok konsumen.
Penelitian ini hanya melibatkan tiga sampel air mineral, dengan responden yang didominasi kelompok usia 18–23 tahun.
Karena itu, penelitian lanjutan dengan variasi sampel produk dan karakteristik demografi responden yang lebih luas diperlukan untuk menguji konsistensi temuan.
“Karena penelitian hanya melibatkan tiga sampel dengan responden yang didominasi usia 18–23 tahun, temuan ini belum dapat digeneralisasi untuk seluruh produk air mineral maupun kelompok konsumen. Namun, hasil penelitian dapat menjadi dasar bagi penelitian lanjutan tentang karakter rasa dan preferensi konsumen. Karena itu, penelitian lanjutan dengan sampel produk dan demografi yang lebih luas diperlukan untuk menguji konsistensi temuan,” pungkas dr. Dien.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.