Dark/Light Mode

Studi Jepang Teliti Kualitas Udara Saat Gunakan Produk Tembakau yang Dipanaskan

Senin, 7 September 2026 22:38 WIB
Ilustrasi. Tembakau yang dipanaskan.
Ilustrasi. Tembakau yang dipanaskan.

RM.id  Rakyat Merdeka - Penelitian terbaru di Jepang mengonfirmasi bahwa penggunaan produk tembakau yang dipanaskan (heated tobacco product/HTP) tidak secara signifikan merusak kualitas udara dalam ruangan.

Mayoritas parameter zat kimia yang terukur tetap berada di bawah ambang batas aman yang ditetapkan otoritas kesehatan global.

Studi bertajuk Effect of the Use of a Heated Tobacco Product on Indoor Air Quality in Environmentally-Controlled Chamber ini dipublikasikan dalam jurnal Aerosol and Air Quality Research.

Tim peneliti yang dipimpin Katsunari Fujisawa mengevaluasi 56 parameter kualitas udara di ruang uji simulasi restoran dan hunian, termasuk karbon monoksida, senyawa organik volatil, hingga partikulat mikro.

Baca juga : Menelusuri Tradisi Tulak Bala di Padang Pariaman

"Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan produk tembakau yang dipanaskan hanya menyebabkan peningkatan pada sebagian kecil parameter kualitas udara. Dari 56 parameter yang diukur, enam parameter meningkat pada kondisi yang menyerupai restoran, sedangkan sembilan parameter lainnya meningkat pada kondisi yang menyerupai hunian," tulis peneliti dalam laporan resminya.

Peneliti menegaskan, seluruh parameter yang mengalami kenaikan konsentrasi tersebut tidak ada yang melewati ambang batas aman exposure dari lembaga keselamatan kerja di Jepang maupun Amerika Serikat.

Untuk parameter-paramater yang meningkat secara signifikan, dapat dikonfirmasi bahwa konsentrasinya masih berada di bawah ambang batas yang ditetapkan berbagai lembaga publik.

"Berdasarkan hasil penelitian ini, diharapkan juga memperoleh pemahaman yang lebih akurat mengenai dampak produk tembakau yang dipanaskan terhadap kualitas udara dalam ruangan (IAQ), serta menjadikannya sebagai data dasar untuk menjaga kualitas udara dalam ruangan lebih baik,” lanjut tim peneliti.

Riset Berbasis Risiko

Baca juga : Sistem Hotspot BRIN Deteksi Dini Karhutla, Olah Data Satelit dalam 30 Menit

Temuan internasional ini memperkuat urgensi penguatan basis data ilmiah mengenai profil risiko tembakau alternatif di dalam negeri.

Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Anugerah Widianto, menilai regulasi sektor hasil tembakau sudah sepatutnya mengacu pada bukti ilmiah yang objektif.

"Regulasi yang disusun berdasarkan tingkat risiko produk dan didukung oleh kajian ilmiah yang kuat akan menjadi fondasi yang penting dalam pengelolaan industri hasil tembakau di masa depan," ujar Anugerah.

Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah, akademisi, dan pelaku industri diperlukan agar informasi mengenai karakteristik produk tembakau yang dipanaskan dapat diterima masyarakat secara proporsional.

Baca juga : Prabowo Gandeng Peraih Nobel Perkuat Ekosistem Riset Indonesia

"Semakin banyak penelitian yang dilakukan, semakin lengkap pula informasi yang tersedia untuk membantu konsumen dan pembuat kebijakan memahami karakteristik serta profil risiko berbagai produk tembakau alternatif, termasuk produk tembakau yang dipanaskan," tutupnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

mpo slot slot gacor harum100 slot gacor slot gacor