BREAKING NEWS
 

Riset Cochrane: Vape Berpotensi Bantu Perokok Dewasa Berhenti Merokok

Reporter & Editor :
FAZRY
Jumat, 23 Oktober 2026 06:23 WIB
Ilustrasi (Diolah RM.ID)

RM.id  Rakyat Merdeka - Rokok elektronik atau vape yang mengandung nikotin berpotensi membantu perokok dewasa berhenti merokok.

Temuan tersebut berdasarkan kajian sistematis berjudul Electronic Cigarettes for Smoking Cessation yang diterbitkan di Cochrane Library pada 26 Agustus 2026.

Kajian yang merupakan bagian dari tinjauan sistematis berkelanjutan (living systematic review) itu terus diperbarui seiring tersedianya bukti ilmiah baru.

Dalam penelitian tersebut, Jamie Hartmann-Boyce dari University of Massachusetts Amherst, Amerika Serikat, bersama timnya meninjau 80 uji klinis acak (randomized controlled trials) yang melibatkan 29.861 peserta. Dari jumlah tersebut, sembilan merupakan studi baru.

Hasil kajian menunjukkan, rokok elektronik yang mengandung nikotin lebih efektif membantu perokok berhenti dibandingkan terapi pengganti nikotin, seperti koyo dan permen karet nikotin.

Sekitar 8–10 dari setiap 100 orang yang menggunakan rokok elektronik bernikotin berhasil berhenti merokok.

Baca juga : Yahya Zaini: BPOM Harus Pastikan Kandungan Di Vape

Keberhasilan tersebut diukur berdasarkan kemampuan peserta untuk tidak merokok selama sedikitnya enam bulan.

“Berdasarkan konsistensi temuan di sini, jelas rokok elektronik merupakan opsi yang terbukti dan layak bagi orang-orang yang berhenti dari rokok. Pembaruan ini mencakup 9 uji klinis baru dan kesimpulan utama kami tidak berubah,” kata Jamie Hartmann-Boyce, dikutip Rabu (21/10/2026).

Sebagai perbandingan, sekitar 6 dari setiap 100 perokok dewasa yang menggunakan terapi pengganti nikotin berhasil berhenti merokok.

Sementara itu, di antara perokok dewasa yang tidak mendapatkan dukungan atau hanya memperoleh dukungan perilaku (behavioral support), sekitar 5 dari setiap 100 orang berhasil berhenti merokok.

Adsense

Hartmann-Boyce mengatakan, tim peneliti juga tidak menemukan indikasi peningkatan bahaya dari penggunaan rokok elektronik sebagai alternatif untuk berhenti merokok.

Meski demikian, penelitian lebih lanjut mengenai dampak jangka panjangnya masih diperlukan.

Baca juga : Prof. Tjandra Yoga Aditama: Tanpa Narkotika, Vape Sudah Ganggu Kesehatan

Dia menegaskan, temuan tersebut secara khusus berlaku untuk rokok elektronik legal yang diatur melalui ketentuan yang berlaku, bukan produk ilegal yang berpotensi mengandung zat berbahaya.

“Perlu ditekankan bahwa tinjauan kami dilakukan pada rokok elektronik teregulasi yang mengandung nikotin,” ujarnya.

Penulis utama kajian, Nicola Lindson dari University of Oxford, Inggris, mengatakan, berhenti merokok bukan perkara mudah.

Banyak perokok dewasa telah berulang kali mencoba mengurangi atau menghentikan kebiasaan merokok, tetapi belum berhasil. Karena itu, menurut dia, ketersediaan beragam pilihan untuk membantu perokok berhenti menjadi hal penting.

Pilihan tersebut diharapkan mendorong mereka untuk terus mencoba meninggalkan kebiasaan merokok.

“Penting untuk menyediakan berbagai pilihan berbeda yang dapat membantu seseorang beralih, yang bisa mendorong mereka untuk terus mencoba. Produk ini lebih rendah bahayanya dari rokok dan itulah perbandingan paling penting bagi orang-orang yang masih merokok,” ujarnya.

Baca juga : Industri Minta Konsumen Waspadai Vape Ilegal Di Pasaran

Menanggapi hasil kajian tersebut, akademisi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran, Indra Mustika, mengatakan, temuan itu menunjukkan adanya bukti yang cukup kuat bahwa vape dapat membantu perokok dewasa beralih dari rokok konvensional.

Menurut dia, informasi mengenai alternatif untuk berhenti merokok perlu disampaikan berdasarkan bukti ilmiah agar perokok dewasa dapat mengambil keputusan secara tepat.

“Bagi perokok dewasa yang belum berhasil berhenti merokok, informasi mengenai berbagai alternatif yang tersedia perlu disampaikan berdasarkan bukti ilmiah agar mereka dapat mengambil keputusan yang lebih tepat,” ujarnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense