BREAKING NEWS
 

Tekan Angka Pengangguran Di Jakarta

Kurikulum Sekolah Mesti Klop Dengan Dunia Kerja

Reporter : DEDE ISWADI IDRIS
Editor : MARULA SARDI
Sabtu, 10 Agustus 2024 06:50 WIB
Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono. (Foto: Facebook)

RM.id  Rakyat Merdeka - Banyak lulusan Sekolah Menengah Atas/Kejuruan (SMA/SMK) di Jakarta sulit mendapatkan pekerjaan. Salah satu penyebabnya, keterampilan dan pendidikan yang dimiliki para pencari kerja tidak sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Jika kondisi tersebut dibiarkan, jumlah pengangguran ke depan diprediksi akan membludak.

Karena itu, Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Dewan Per­wakilan Rakyat Daerah meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membuat klau­sul yang mengatur kerja sama antar lembaga pendidikan dan perusahaan di Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) DKI Jakarta 2025-2045.

“Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), penyum­bang pengangguran terbesar di Jakarta selama lima tahun terakhir adalah lulusan SMA dan SMK,” kata Bendahara Fraksi PAN Farazandi Fidinansyah dalam rapat paripurna penyam­paian Pandangan Umum Fraksi, Selasa (6/8/2024).

Baca juga : Perang Saudara Dan Adu Gengsi

Hal tersebut, lanjut Fidinansyah, terjadi karena kerja sama antara SMA/SMK dengan dunia usaha atau industri dalam pen­ingkatan kualitas pendidikan vokasi, masih rendah.

“Tingginya angka pengang­guran dipengaruhi oleh kuali­tas tenaga kerja yang kurang kompetitif. Serta ketersediaan lapangan pekerjaan yang tidak sesuai dengan pendidikan dan keterampilan yang ada,” jelas Fidinansyah.

Selain itu, kompetensi lulusan SMA/SMK sering tidak sesuai dengan keahlian yang dibutuhkan pelaku usaha. Akibatnya, lulusan SMA/SMK tidak bisa langsung bekerja atau mengisi pos-pos pekerjaan di sektor usaha.

Dia menyebutkan sektor usaha yang banyak menyerap lulusan SMA/SMK adalah perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil, transportasi dan pergudangan, serta industri pengolahan. Namun, banyak lu­lusan SMA/SMK tidak terserap di dunia kerja.

Baca juga : The Dream Team Ke Final

Berdasarkan kenyataan itu, Fraksi PAN menyimpulkan adanya ketidaksesuaian antara keahlian alumni SMA/SMK dengan kebutuhan sektor usaha.

“Tak ada hentinya kami terus menyuarakan dan memper­juangkan link and match sebagai solusi dari permasalahan tersebut,” tegasnya.

Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengakui, perlu intervensi peningkatan produktivitas Sumber Daya Manusia (SDM) agar akses terhadap lapangan kerja semakin terbuka lebar.

Hal itu, lanjutnya, bisa dilaku­kan melalui peningkatan kuali­tas dan relevansi pendidikan sesuai perkembangan global, penguatan kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri.

Baca juga : Artika Sari Devi: Baim Bucin Dan Humoris

“Serta pemetaan angka kerja sebagai upaya link and match tenaga kerja dan industri baik regional maupun global,” kata Heru di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (7/8/2024).

Kepala Dinas Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi (Nakertransgi) DKI Jakarta, Hari Nugroho menegaskan, pi­haknya terus berupaya menekan angka pengangguran di Jakarta.

Adsense

Di antaranya, menggelar pela­tihan kerja di lima wilayah, program pemagangan, meng­gandeng banyak perusahaan dengan menggelar bursa ker­ja, baik tatap muka maupun on­line di portal jaknaker.id dan melakukan pengembangan kewirausaha.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense