BREAKING NEWS
 

Konsumsi Rumah Tangga Tertekan, Inflasi Jakarta Agustus 2024 Hanya 0,04 Persen

Reporter & Editor :
MARULA SARDI
Selasa, 3 September 2024 06:57 WIB
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta Arlyana Abubakar. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Pusat Statistik (BPS), Jakarta mencatat inflasi sebesar 0,04 persen (mtm) pada Agustus 2024, setelah pada bulan sebelumnya mengalami deflasi sebesar -0,06 persen (mtm).

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta Arlyana Abubakar menjelaskan, tekanan inflasi terutama bersumber dari Kelompok Pendidikan, Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya, serta Kelompok Transportasi. Sementara itu, kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau kembali menyumbang deflasi.

"Secara tahunan, Jakarta mengalami inflasi sebesar 1,98 persen (yoy), sedikit lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya (1,97 persen, yoy). Inflasi tersebut juga masih terkendali dalam sasaran 2,5±1 persen dan lebih rendah dari inflasi Nasional (2,12 persen, yoy)," jelas Arlyana dalam keterangan tertulisnya, Senin (2/9/2024).

Arlyana menambahkan, kelompok Pendidikan mengalami inflasi sebesar 0,87 persen (mtm), lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya (0,73 persen mtm) sehingga memberikan sumbangan sebesar 0,06 persen terhadap inflasi IHK Jakarta. Peningkatan inflasi terutama didorong oleh meningkatnya tarif Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sejalan dengan masuknya periode tahun ajaran baru anak sekolah.

Baca juga : BPS Laporkan Inflasi Tahunan 2,12 Persen, Biaya Sekolah Nyumbang 0,04 Persen

Adapun kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya juga menjadi penyumbang inflasi pada Agustus 2024 dengan inflasi sebesar 0,40 persen (mtm) sehingga memberikan andil 0,03 persem terhadap inflasi IHK Jakarta.

"Inflasi pada kelompok ini terutama didorong oleh kembali meningkatnya harga emas perhiasan yang dipengaruhi oleh berlanjutnya peningkatan harga emas global," ungkapnya.

Adsense

Selain itu, sejalan dengan adanya penyesuaian harga BBM pada Agustus 2024, kelompok transportasi turut menjadi penyumbang inflasi Jakarta sebesar 0,02 persen dengan besaran inflasi sebesar 0,15 persen (mtm). Inflasi pada kelompok ini terutama disumbang oleh kenaikan harga bensin nonsubsidi pada Agustus 2024 untuk jenis Pertamax Turbo, Pertamina Green 95, Pertamina Dex, Dexlite dan Pertamax. Meskipun demikian, penurunan tarif angkutan udara menjadi penahan meningkatnya inflasi lebih lanjut pada kelompok transportasi.

 

Baca juga : Lantik Pengurus Hebitren, BI Jakarta Dukung Kemandirian Ekonomi Pesantren

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau kembali mengalami deflasi sebesar -0,36 persen (mtm), lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya (-0,93 persen mtm) sehingga menyumbang -0,08 persen terhadap inflasi IHK Jakarta.

"Deflasi pada kelompok ini terutama disebabkan oleh menurunnya harga pada komoditas bawang merah, cabe merah, tomat, dan telur ayam ras. Penurunan harga bawang merah seiring dengan masih berlangsungnya musim panen di daerah sentra," ujarnya.

Sementara itu, penurunan harga telur ayam ras, cabai merah, dan tomat didukung oleh relatif terjaganya pasokan. Meskipun kelompok makanan masih mengalami deflasi, masih terdapat komoditas yang mengalami kenaikan harga, yaitu cabe rawit.

Kenaikan harga cabe rawit terutama didorong oleh ketersediaan pasokan yang terbatas seiring dengan masuknya masa tanam. Selain itu, terjadinya serangan hama di beberapa daerah sentra juga menjadi penyebab berlanjutnya kenaikan harga cabai rawit pada Agustus 2024.

Baca juga : Kebakaran Rumah Di Manggarai, 34 Mobil Pemadam Plus 120 Personel Dikerahkan

 Inflasi DKI Jakarta yang masih terkendali tidak terlepas dari sinergi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi DKI Jakarta yang semakin kuat. Selama Agustus 2024, TPID Provinsi DKI Jakarta telah melakukan berbagai kegiatan dalam rangka pengendalian inflasi, antara lain: (1) Penyelenggaraan Operasi Pasar Murah di berbagai lokasi di Jakarta, termasuk kegiatan Sembako Murah di Pasar Pramuka Jakarta Timur dan Kelurahan Badak Utara; (2) Penandatanganan Kerjasama Antar Daerah (KAD) antara Food Station dengan mitra di Subang untuk budidaya padi dalam rangka menjaga ketersediaan pasokan beras; (3) Capacity Building dan Studi Banding TPID Jakarta ke TPID Kepulauan Riau dengan mengusung tema “Strategi Pengendalian Inflasi Pangan Daerah Nonprodusen”; serta (4) Rapat Koordinasi TPID mingguan dalam rangka pemantauan stok dan harga.

Ke depan, sinergi TPID DKI Jakarta akan terus diperkuat untuk memastikan strategi 4K (Ketersediaan Pasokan, Keterjangkauan Harga, Kelancaran Distribusi dan Komunikasi Efektif) dapat berjalan baik dan efektif, utamanya melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP). Dengan berbagai upaya sinergi dan kolaborasi tersebut, inflasi Jakarta diharapkan dapat tetap terkendali dalam sasarannya, yaitu 2,5±1 persen pada tahun 2024.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense