BREAKING NEWS
 

Protes Pembangunan Rumah Sakit, Warga De Park Tangerang Takut Harga Rumah Anjlok

Reporter & Editor :
MARULA SARDI
Selasa, 29 Oktober 2024 22:42 WIB
Lahan rencana pembangunan rumah sakit. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Warga perumahan Cluster Heliconia, De Park, BSD, Tangerang mengungkapkan keberatan atas rencana pembangunan rumah sakit di dekat permukiman mereka. Hingga saat ini, upaya dialog dengan pemerintah belum membuahkan hasil yang memuaskan. 

Menurut Stevanus warga RT 01, sudah berkoordinasi dengan kepala desa dan mengirim surat resmi kepada Pejabat Bupati, yang kemudian didisposisikan ke camat. 

"Namun, hingga kini kami belum mendapatkan solusi yang jelas," ujarnya.

Ia mengatakan, sejak rencana pembangunan rumah sakit mencuat, beberapa warga juga kesulitan menjual rumah mereka karena calon pembeli enggan membeli properti di dekat fasilitas medis tersebut.

Baca juga : Tersangkakan 3 Hakim, Kejagung Makin Harum

“Waktu kami membeli rumah delapan tahun lalu, di master plan hanya ada gambar ruko komersil, tidak ada fasilitas umum sensitif seperti rumah sakit," tutur Stevanus. 

Namun, ia mengatakan, sejak kabar ini tersebar, banyak warga mulai mengeluh dan khawatir atas kenyamanan dan nilai properti yang terancam menurun. 

Dikatakan Stevanus Informasi mengenai rencana pembangunan rumah sakit pertama kali muncul awal tahun ini, namun pemberitahuan tersebut sempat tidak sampai ke warga di perumahan De Park. Hal ini membuat warga merasa kurang dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan.

Adsense

“Kami baru pertama kali mengajukan protes dan berharap pihak rumah sakit maupun developer dapat mendengarkan suara kami,” jelas Stevanus. 

Baca juga : Hari Penglihatan Sedunia, Wamenkes Minta Ortu Periksa Gangguan Penglihatan Anak

Arthur, salah seorang warga dari RT 02, mengungkapkan keresahan yang sama. Menurutnya warga merasa tidak dilibatkan dalam rencana tersebut sejak awal. 

“Kami tidak diberi informasi bahwa akan ada rumah sakit di dekat sini. Kalau sejak awal diberitahukan, mungkin banyak dari kami yang tidak akan membeli rumah di sini,” ujarnya.

Arthur menambahkan, meski adanya fasilitas rumah sakit di lokasi area commercial De Park
yang berdekatan dengan pemukiman warga justru menimbulkan ketidaknyamanan bagi warga. 

“Suara sirene ambulans bisa mengganggu. Selain itu. Ini satu-satunya lokasi di sini yang dikelola. Kami harap pengembang lebih bijaksana dalam mengelola lingkungan,” tambahnya.

Baca juga : OJK All Out Perkuat Peran Industri Syariah Nasional

Warga berharap pemerintah daerah tidak mengeluarkan izin serta dapat memperhatikan aspirasi mereka serta mempertimbangkan kembali urgensi pembangunan rumah sakit tersebut, mengingat kawasan permukiman yang sudah padat. 

“Di sekitar sini sudah ada banyak rumah sakit. Tidak ada urgensi untuk membangun rumah sakit tepat di samping permukiman,” jelas Arthur.

Para warga juga menyuarakan harapan agar pihak rumah sakit mempertimbangkan opsi relokasi. “Masih banyak lahan lain dan kawasan ekonomi khusus yang bisa dipertimbangkan untuk lokasi rumah sakit,” lanjutnya.

Warga mengingatkan agar pihak pengembang dan pengelola lebih memperhatikan hak-hak mereka sebagai konsumen. "Kami ingin tinggal dengan nyaman dan aman tanpa terganggu oleh kebisingan. Kami berharap pengembang mendengarkan keluhan ini dan melindungi hak-hak kami sebagai konsumen," pungkas Arthur.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense