BREAKING NEWS
 

Rawan Terjadi Di Bulan Ramadan

DKI Didorong Cegah Aksi Spekulasi Harga Pangan

Reporter : DEDE ISWADI IDRIS
Editor : MARULA SARDI
Minggu, 9 Maret 2025 06:50 WIB
Anggota Komisi B De­wan Perwakilan Rakyat Dae­rah (DPRD) DKI Jakarta Dwi Rio Sambodo. (Foto: Dok. DPRD DKI Jakarta)

 Sebelumnya 
Sementara ketersediaan gas LPG 3 kilo gram (kg) saat Rama­dan dan Idul Fitri cukup, dengan realisasi penyaluran LPG 3 kg sampai Februari 2025 mencapai 67.668 metrik ton atau 16,53 persen. Sehingga sisa kuota se­banyak 341.576 metrik ton atau 83,47 persen dari alokasi kuota tahun 2025 sebanyak 409.244 metrik ton.

Untuk memastikan kesiapan stok pangan, Pemprov DKI melakukan monitoring stok ko­moditas pangan strategis di Perumda Dharma Jaya, Pasar Induk Beras Cipinang, dan PT Food Station Tjipinang Jaya.

Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga akan memperbe­sar kuota penyaluran pangan bersubsidi bagi masyarakat ter­tentu pada Maret 2025. Pramono mengimbau masyarakat belanja secara bijak.

Pemprov DKI Jakarta juga akan terus bersinergi dengan berbagai pihak untuk memasti­kan ketersediaan stok, stabilitas harga dan kelancaran distribusi pangan.

Baca juga : Manchester United Vs Arsenal, The Gunners Makin Pede

“Baik dengan melaksanakan kerja sama antar daerah, melak­sanakan urban farming, pasar murah, dan program pengenda­lian inflasi lainnya,” tegasnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Suharini Eliawati menu­turkan, harga berbagai macam produk pangan strategis pada sejumlah pasar di Jakarta, ma­sih relatif terkendali di minggu pertama Ramadan.

Kenaikan signifikan terpantau hanya terjadi pada komoditas cabe merah.

“Kenaikan harga bukan disebabkan minimnya pasokan, melainkan dipicu permintaan pasar yang meningkat sebelum dan saat awal bulan puasa,” ucap Eli, sapaan akrab Suharini Eliawati.

Baca juga : Bawa Nuggets Menang Lawan Suns, Jokic Semakin “Menggila”

Eli menjelaskan, dalam per­temuan HLM ini pihak Bank Indonesia (BI) Perwakilan DKI Jakarta menyampaikan pada Februari terjadi deflasi, meski tidak sedalam Januari 2025. Kemudian dari periode 2019 hingga 2024, menunjukkan data kenaikan kebutuhan tertinggi terjadi selama bulan Ramadan.

Tren kenaikan kebutuhan itu biasanya akan terus meningkat hingga puncaknya pada waktu mendekati Idul Fitri. Setelahnya, tren kebutuhan akan menurun seiring musim mudik dan ba­nyak warga ke kampung pulang halaman mereka.

Untuk antisipasi kenaikan harga, ungkap Eli, Pemprov DKI telah menyiapkan lebih dari 290 kegiatan pasar pangan murah di berbagai lokasi seperti kantor lurah, taman, Kantor Wali Kota, rumah susun dan permukiman warga.

“Kami pastikan, harga ber­bagai pangan strategis dalam kegiatan dijual dengan harga terjangkau,” tegasnya.

Baca juga : 12 Kader PSI Masuk FOLU Net Sink 2030, Menhut Jadi Sorotan

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta ini juga telah memetakan stok bahan pangan strategis. Salah satunya, beras.

Eli bilang, stok ketersediaan beras yang dimiliki PT Food Sta­tion dan Bulog dapat memenuhi kebutuhan selama 6,5 bulan ke depan.

Ketersediaan stok beras se­lama bulan Ramadan hingga Idul Fitri dipersiapkan sebanyak 3 ribu ton.  [DRS]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense