RM.id Rakyat Merdeka - Sejak pagi hari, warga dari berbagai wilayah Jakarta memadati Balai Kota DKI Jakarta untuk menyerahkan berkas lamaran kerja sebagai Pegawai Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP), termasuk untuk posisi Petugas Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), Pemadam Kebakaran (Damkar) dan lainnya. Warga antusias ingin bekerja di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
“Pertama-tama Pemprov DKI berterima kasih atas respons dan antusiasme masyarakat dalam melamar pekerjaan, khususnya untuk posisi PJLP PPSU, Damkar dan sebagainya. Sejak pagi sudah hadir di Balai Kota,” ujar Staf Khusus Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Bidang Komunikasi Publik, Chico Hakim dalam keterangan resminya, Selasa (22/4/2025).
Chico menegaskan, proses rekrutmen akan dilakukan secara profesional dan tanpa intervensi dari pihak mana pun.
“Kami sudah menerima lamaran dengan baik dan akan kami teruskan pada yang berwenang untuk dapat melakukan proses seleksi, dan kami tekankan proses ini harus berjalan profesional dan benar-benar sesuai kapasitas, tidak ada titipan dan lain sebagainya,” tegasnya.
Lebih lanjut, Chico menjelaskan, seharusnya rekrutmen PJLP dilakukan oleh wilayah dan suku dinas terkait sesuai kebutuhan. Ke depan, masyarakat diimbau untuk tidak datang langsung ke Balai Kota karena pendaftaran dapat diakses secara online.
“Masyarakat bisa mengakses situs Pemprov DKI Jakarta di www.jakarta.go.id dan mengakses kanal Lowongan Kerja. Pendaftaran dapat dilakukan secara online,” jelasnya.
Baca juga : Tuntaskan Aspirasi Warga, Elnusa Petrofin Bersihkan Area Dekat Pemukiman
Salah satu pelamar, Ibu Sumira (46 tahun), warga Sukabumi Selatan, Jakarta Barat, datang langsung ke Balai Kota karena informasi lowongan kerja yang ia terima sempat simpang siur.
“Di grup RT, ada warga dikasih info sama kader. Nah, terus kita ngecek tuh bener apa hoaxnya, kan pernah silih ganti tuh hoax. Nah, kita cek langsung di sini, ternyata bener,” kata Sumira.
Ia mengaku mendapat informasi bahwa lowongan untuk PPSU dibuka dengan kuota 1.600 orang. Meski sempat ragu karena ada isu penipuan, ia tetap datang karena kebutuhan pekerjaan.
“Kita kan namanya butuh kerja, walaupun ibu-ibu ya kita datang ke sini. Ternyata kata satpam ada, dari jam 8 sampai jam 12,” lanjutnya.
Sumira membawa berbagai dokumen sebagai syarat melamar, antara lain fotokopi KTP, KK, ijazah, SKCK, hasil tes narkoba, surat kesehatan, dan pas foto.
Ia juga menyebutkan bahwa di grup RT, syarat-syarat tersebut sudah disebutkan, namun tidak ada tautan pendaftaran online.
Baca juga : Sah! Kapolda Jabar Diganti, Ini Biodata Kapolda Jabar Sekarang
“Jadi kita turun ke pusat langsung,” jelasnya.
Sumira sangat mengapresiasi kebijakan Gubernur Pramono Anung yang membuka peluang bagi pelamar lulusan SD atau mereka yang berusia lebih tua untuk melamar sebagai PPSU.
“Bagus, namanya kita berumur kan. Yang biasa dibutuhin umur 35. Kita kan umur 46. Mudah-mudahan sih Gubernur baru kita ini ibu-ibunya jadi kerja gitu loh,” ucapnya penuh harap.
Ia berharap agar kebijakan ini terus dilanjutkan dan tidak mempersulit warga yang sudah berusia senja namun tetap ingin bekerja.
“Bukan anak muda aja, kita ibu-ibu juga mau kerja gitu loh. Bagus programnya, bagus banget,”tambahnya.
Fahmi Sahab (33), warga Klender, juga datang pagi-pagi ke Balai Kota setelah mendapat info dari media sosial.
Baca juga : Segera Lepas Status Ibukota, Jakarta Kurang Diminati Kaum Perantau
“Biasanya kita nyari link dari medsos sih. Instagram, Telegram, TikTok gitu lah,” ungkapnya.
Ia menunggu antrean selama lebih dari dua jam dan membawa persyaratan standar seperti CV dan dokumen lainnya. Fahmi berharap proses seleksi berjalan adil.
“Semoga aja ya, yang datang sini semua ada hasil yang baik aja sih. Nggak kecewa ya, karena kan kita semua nunggunya dari pagi,” ujarnya.
Fahmi juga berpesan kepada Gubernur agar menjalankan amanah dengan jujur.
“Pesan-pesannya ya semoga aja amanah sih. dan jujur. Itu sih pesannya,” pungkasnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.