RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta didorong menggencarkan sosialisasi informasi lowongan pekerjaan (loker) menjadi petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) ke masyarakat. Langkah itu penting dilakukan untuk mencegah terulang kembali para pencari kerja membludak menyerbu Balai Kota.
Proses rekrutmen tersebut akan dimulai pada pertengahan tahun 2025, dan berlangsung hingga awal tahun 2026. Sebelumnya, Pemprov DKI membuka 1.100 lowongan kerja petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU). Dalam proses perekrutan, masyarakat tidak mendapat informasi memadai. Ribuan pelamar kerja menyerbu Balai Kota Jakarta di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, pada tanggal 22 April dan 23 April 2025.
Bahkan, pada 23 April lalu, terjadi dorong-dorongan dalam antrean pelamar kerja yang mengular dari halaman Balai Kota hingga ke trotoar di pinggir Jalan Medan Merdeka Selatan. Padahal, pendaftaran loker seharusnya dilakukan melalui kantor kelurahan.
Agar peristiwa seperti itu tidak terjadi lagi, Anggota Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Kevin Wu meminta Pemprov DKI memberikan informasi perekrutan petugas Damkar secara jelas, rinci atau detail tentang tempat pendaftaran dan tata caranya.
Menurut Kevin, Pemprov DKI harus belajar dari kejadian sebelumnya, ketika warga memadati Balai Kota untuk mendaftar sebagai petugas PPSU.
Baca juga : Jessica Iskandar, Bangga Bisa Bagikan ASI
“Mungkin Pemprov DKI sudah mensosialisasikannya, tapi masih banyak warga yang belum mengetahui rincian tentang pendaftaran PPSU. Itu artinya, sosialisasi perlu ditingkatkan,” kata Kevin kepada Rakyat Merdeka, Selasa (13/5/2025).
Apalagi, simpang siur informasi perekrutan terjadi di tengah banyaknya warga Jakarta yang sedang membutuhkan pekerjaan. Sehingga, ketika kabar tersebar bahwa Pemprov DKI membuka lowongan untuk formasi PPSU, warga berdesak-desakan di Balai Kota Jakarta. “Kasihan masyarakat jika terjadi seperti itu lagi,” tandasnya.
Karena itu, dia menyarankan, Pemprov DKI harus mensosialisasikan secara gencar informasi tentang lowongan kerja 1.000 petugas Damkar. “Upayakan betul, agar semua orang yang ingin mendaftar, memahami informasi lowongan kerja ini,” pinta Kevin.
Dia menyebut, informasi mulai dari rentang tanggal pendaftaran, jam berapa, hingga situs-situs atau tempat-tempat yang bisa diakses untuk mendaftar sebagai petugas Damkar, sangat penting untuk diketahui masyarakat.
“Supaya pendaftar tidak terkonsentrasi di satu titik lagi. Tapi, tersebar di beberapa lokasi. Sehingga, memudahkan proses pendaftaran hingga mencegah kerumunan,” ujarnya.
Baca juga : Pertama Kali Lihat Ka'bah, Jemaah Sujud Syukur, Mimpinya Jadi Kenyataan
Selain itu, untuk membangun keadilan dan menekan praktik korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), Kevin mendorong proses rekrutmen dilakukan secara transparan.
“Pemprov DKI harus mengawasi secara ketat proses pendaftaran ini, supaya perekrutan bisa berjalan adil, memenuhi prinsip meritokrasi atau siapa punya keterampilan yang akan dipilih,” tandas Kevin.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan, keputusan merekrut petugas Damkar diambil untuk menutupi kekurangan jumlah personel.
“Untuk Damkar, kami kasih kuota seribu,” ujar Pramono di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat (9/5/2025)
Menurut Pram, rekrutmen 1.000 petugas Damkar ini akan sepenuhnya ditangani Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI. “Rekrutmen ini di tempat Damkar, bukan di Balai Kota ya,” tandas mantan Sekjen PDIP ini.
Baca juga : Kini, Kejaksaan Dijaga TNI
Pram menuturkan, jumlah personel Damkar di Jakarta saat ini masih jauh dari ideal. Berdasarkan data terakhir, jumlah petugas Damkar yang aktif hanya sekitar 4.000 orang.
Padahal, idealnya dengan luas wilayah 661,5 kilometer persegi, Jakarta butuh 11.000 petugas Damkar. “Namun, meskipun kekurangan personel, Damkar tetap menjadi darling-nya masyarakat,” tutur mantan Sekretaris Kabinet ini. [DRS/RAA]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.