Dark/Light Mode

Kenali Tanda-tanda Awal Stres Di Tanah Suci

Deteksi Dini Jadi Kunci Tangani Jemaah Haji

Selasa, 13 Mei 2025 07:25 WIB
Jemaah haji Indonesia bersiap naik Bus Shalawat. (Foto: MCH 2025)
Jemaah haji Indonesia bersiap naik Bus Shalawat. (Foto: MCH 2025)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyoroti persoalan stres yang menimpa para jemaah haji Indonesia. Kemenkes meminta rombongan maupun pendamping atau keluarga segera meminta bantuan ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Madinah atau Mekah, bila mendapati ada jemaah mengalami stres selama berada di Tanah Suci.

Dokter spesialis jiwa di KKHI Madinah, dr. Kusufia Mirantri mengungkapkan, dari data pelayanan kesehatan yang dihimpun oleh KKHI Madinah, reaksi stres akut dan gangguan penyesuaian diri merupakan diagnosis penyakit paling banyak yang dialami pasien dari jemaah gelombang 1 Indonesia sejak kedatangan awal Mei lalu.

Menurut dia, meski penyakit seperti gangguan jantung, hipertensi dan diabetes jadi posisi yang teratas, tapi kasus stres akut dan gangguan penyesuaian diri para tamu Allah juga perlu mendapat perhatian serius. Pasalnya, permasalahan kesehatan itu seringkali ditangani oleh para petugas kesehatan di Daerah Kerja (Daker) Madinah.

Baca juga : 17 Calon Kepala Daerah Berebut Tiket Dari PDIP

“Banyak jemaah, terutama lansia atau mereka yang memiliki kerentanan sebelumnya, mengalami kesulitan beradaptasi. Stres dan gangguan penyesuaian ini dapat bermanifestasi dalam berbagai bentuk, mulai dari gangguan tidur, kecemasan berlebih, hingga gejala psikosomatis,” ujar Kusufia dalam keterangannya dikutip, Senin (12/5/2025).

Untuk menghindari dampak yang lebih berat akibat stres, Kusufia mengimbau sesama jemaah maupun pendamping atau keluarga untuk mengenali tanda-tanda awal masalah kejiwaan. Agar dapat memberikan dukungan atau mencari bantuan profesional.

“Deteksi dini adalah kunci untuk penanganan yang efektif, sehingga tidak mengganggu kekhusyukan ibadah jemaah,” ujarnya.

Baca juga : Aset Udar Pristono Terjual Rp 1,83 M

Kusufia juga merinci, untuk mengenali tanda-tanda seorang jemaah mengalami masalah stres akut, pertama, adanya perubahan perilaku yang mencolok.

“Coba perhatikan, jika ada jemaah yang biasanya ceria dan mudah bergaul tiba-tiba menjadi mudah tersinggung. Atau sebaliknya, menarik diri secara ekstrem, lebih suka menyendiri dan enggan berinteraksi dengan orang lain,” ujarnya

Kedua, kesulitan tidur atau insomnia.

Baca juga : Larangan Ekspor Bijih Bauksit Kebut Hilirisasi

“Kurang tidur dapat memperburuk kondisi emosional dan kognitif jemaah,” ujarnya.

Ketiga, adanya kecemasan atau ketakutan yang berlebihan. Merasa sedikit cemas di lingkungan baru adalah wajar. Namun, jika kecemasan tersebut menjadi berlebihan, tidak rasional dan mengganggu aktivitas sehari-hari, misalnya, takut keluar kamar, takut ke masjid meski ditemani, atau panik berlebihan saat berada di keramaian, ini memerlukan perhatian serius.

Keempat, sebut Kusufia, kebingungan terhadap tempat, waktu dan orang (disorientasi). Jemaah yang mengalami masalah kejiwaan mungkin menunjukkan tanda-tanda kebingungan.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.