BREAKING NEWS
 

Antisipasi Bencana Banjir Rob Di Pesisir

Segera Siapkan Perahu Karet Dan Pengungsian

Reporter : DEDE ISWADI IDRIS
Editor : DAUD FADILLAH
Selasa, 27 Mei 2025 06:50 WIB
Banjir rob di Muara Angke, Jakarta Utara, pada 17 Desember tahun lalu. (Foto: Putu Wahyu Rama/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengendus potensi banjir rob di pesisir Jakarta pada 24-31 Mei 2025. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta diingatkan untuk meningkatkan kesiapsiagaan.

Anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Bun Joi Phiau mengatakan, kesiapsiagaan harus ditingkatkan dalam rangka mengantisipasi semua kemungkinan.

“Pemprov DKI harus bersiap-siap menghadapi segala kemung­kinan yang bisa terjadi, terutama banjir rob di wilayah-wilayah pe­sisir,” kata pria yang akrab disapa Abun ini, Sabtu (24/5/2025).

Abun mendorong agar Pem­prov DKI melakukan koordinasi dengan dinas-dinas terkait sedari awal, untuk menyiapkan respons jika terjadi banjir rob. Terutama, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sumber Daya Air (SDA).

Baca juga : Nyonya Tua Curi Tiket UCL, Jay Idzes Terdegradasi

“BPBD dan SDA harus segera berkoordinasi untuk menyiap­kan infrastruktur penanggulangan di lapangan,” ujarnya

Yang perlu disiapkan, lanjut Abun, antara lain tempat-tempat pengungsian dan perahu-perahu karet untuk mengevakuasi warga terdampak banjir.

“Pompa-pompa air untuk menyedot genangan, harus disiapkan. Sehingga, jika banjir rob terjadi, semua alat dan infra­struktur yang diperlukan, tinggal digunakan,” saran politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini.

Adsense

Abun juga menyinggung pem­bangunan beberapa tanggul yang sudah rampung di Kamal Muara dan Muara Baru, Jakarta Utara. Dia berharap, tanggul-tanggul itu bisa berfungsi secara optimal. “Menahan air laut agar tidak masuk ke daratan dan menjadi banjir rob,” tuturnya.

Baca juga : Knicks Menang Tipis Di Kandang Pacers

Selain banjir rob, dia juga mem­perhatikan potensi terjadinya hu­jan ekstrem pada akhir Mei 2025. “Pemprov DKI beserta warga Jakarta harus menyiapkan diri terhadap potensi ini. Kita perlu bersiaga, sehingga ketika hujan terjadi dan mengakibatkan banjir, sudah siap melakukan evakuasi dan langkah-langkah penanggu­langan lainnya,” ucap Abun.

Gubernur Jakarta Pramono Anung mengaku sudah menginstruksikan Kepala Dinas SDA DKI untuk menyiapkan antisipasi dampak cuaca eks­trem. Pramono mengatakan, dalam mengantisipasi bencana banjir, Pemprov DKI selalu menggunakan data dari BMKG maupun BPBD.

“Saya sudah meminta Kepala Dinas Sumber Daya Air untuk mempersiapkan. Apakah benar atau tidak, yang penting kita ber­siap-siap,” kata Pram di Blok M, Jakarta Selatan, Jumat (23/5/2025).

Pram meminta agar infra­struktur pengendalian banjir seperti pompa air, disiapkan dengan baik. Selain itu, Pem­prov DKI juga tengah melaku­kan pengerukan sungai-sungai yang mendangkal.

Baca juga : Sering Video Call Anak Baim

“Sebenarnya sudah dilaku­kan pengerukan terus menerus, karena memang menjadi salah satu prioritas,” ucap mantan Wakil Ketua DPR ini.

Pram menambahkan, proses pembebasan lahan untuk nor­malisasi Sungai Ciliwung segera dikerjakan pada Juni 2025.

Sebagai informasi, pendang­kalan Sungai Ciliwung menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir di Jakarta. [DRS]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense