RM.id Rakyat Merdeka - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bakal menaikkan tarif parkir dan menerapan Electronic Road Pricing (ERP) sebagai upaya membenahi sistem transportasi Ibu Kota.
Kebijakan ini menyasar pengguna kendaraan pribadi yang tergolong mampu secara finansial, dan hasilnya akan digunakan untuk menyubsidi masyarakat agar lebih mudah mengakses transportasi umum.
Pramono menegaskan kebijakan ini ditujukan kepada pengguna kendaraan pribadi dari kalangan mampu.
"Yang pertama mohon maaf bagi orang-orang yang mampu, nanti pelan-pelan parkirnya saya mau naikkan," kata Gubernur Pramono di Main Atrium Lippo Mall Nusantara, Jakarta Selatan, Selasa (10/6/2025).
Baca juga : Prancis Segera Pulangkan Warganya Yang Ditahan Israel Di Kapal Amal Gaza
"Yang kedua, saya akan pasang yang namanya Electronic ERP, Road Pricing. Bagi orang yang mampu," tambahnya.
Tujuannya jelas, yakni mengalihkan kebiasaan masyarakat dari penggunaan kendaraan pribadi ke transportasi umum, sembari memberikan insentif bagi masyarakat kurang mampu.
"Tetapi bagi warga yang tidak mampu, termasuk dalam 15 golongan atau termasuk warga yang mampu pun, tetapi dalam 15 golongan gratis," tambahnya.
Kebijakan ini menyasar pengguna kendaraan pribadi, terutama mereka yang tergolong mampu secara finansial. Sementara itu, 15 golongan masyarakat kurang mampu akan mendapatkan subsidi transportasi penuh.
Baca juga : Presiden Prabowo Bahagia Bisa Panen Raya Jagung Bersama Polri
Selain itu, sekitar 62.000 ASN di Jakarta juga diwajibkan mendukung program ini dengan naik transportasi umum setiap hari Rabu.
"Sebagai contoh, walaupun ini agak dipaksa. Setiap hari Rabu, besok hari Rabu, semua ASN di Jakarta jumlahnya kurang lebih 62 ribu," kata Pramono.
Kebijakan ini akan mulai diberlakukan secara bertahap pada tahun 2025. Lokasinya mencakup wilayah DKI Jakarta, dengan fokus utama pada pusat kemacetan dan jalur utama kendaraan pribadi.
Dia menjelaskan bahwa kebijakan ini diambil karena penggunaan kendaraan pribadi hanya mencapai 21 persen, sementara konektivitas transportasi umum sudah mencapai 91 persen. Artinya, fasilitas sudah tersedia, hanya perlu pergeseran kebiasaan masyarakat.
Baca juga : Panggil Menteri BUMN, Prabowo Minta Diskon Transportasi Segera Berjalan
"Kenapa saya lakukan itu? Karena orang yang naik kendaraan pribadi itu baru 21 persen. Sementara konektivitas kita sudah 91 persen," katanya.
Hasil dari kebijakan ini sudah mulai terlihat. Kenaikan pengguna transportasi umum meningkat setiap hari Rabu.
"Apa yang terjadi? setiap hari Rabu, sudah 4 kali, ini besok hari yang kelima, ada kenaikan harian hampir 120 ribu," tutupnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.