BREAKING NEWS
 

Peluncuran Buku Panggung Depan Panggung Belakang, Pramono Blakblakan Bicara Karier Politik

Reporter : FATIMAH AZ ZAHRA
Editor : MARULA SARDI
Rabu, 6 Agustus 2025 20:05 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberi sambutan di syukuran peluncuran buku Panggung Depan Panggung Belakang: Seuntai Kata dan Rupa di Jakarta, Rabu (6/8/2025). (Foto: Zahra/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkap sisi personal dan perjalanan panjangnya di panggung politik nasional saat memberi sambutan di syukuran peluncuran buku 'Panggung Depan Panggung Belakang: Seuntai Kata dan Rupa' di Jakarta,

Peluncuran buku yang berlangsung ini turut dihadiri oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, sejumlah anggota DPRD DKI, tim penulis, serta tokoh-tokoh pemerintahan lainnya. Dalam sambutannya, Pramono mengakui, awalnya menolak proyek buku.

“Terus terang, buku ini saya sama sekali nggak tahu idenya siapa. Sama sekali nggak tahu,” ujar Pramono di Balai Agung, Balaikota DKI Jakarta, Rabu (6/8/2025).

“Saya menolak. Kenapa saya menolak? Karena sebentar lagi mau Pemilu. Nanti dibikin buat buku untuk tujuan Pemilu," tambahnya. 

Baca juga : PDIP Lampung Berkomitmen Selalu Dekat Dengan Rakyat

Buku ini membahas lima aspek utama dalam hidup Pramono, kehidupan pribadi dan keluarga, masa aktivis mahasiswa, kiprah 25 tahun di pemerintahan, peran sebagai orangtua dan kakek, serta fase tak terduga saat menjadi Gubernur DKI Jakarta.

“Saya merasa sudah selesai dengan diri saya sendiri. Saya sudah sampaikan ke Balai Kota. Saya ingin memberikan warna yang berbeda ketika memimpin Jakarta ini,” ucapnya.

Adsense

Proses penulisan buku ini disebut hanya melalui satu sesi wawancara. Namun tim penulis berhasil merangkai narasi hidup yang menurut Pramono sendiri sangat akurat dalam memotret dirinya.

“Begitu saya baca kembali, luar biasa, Mas Wisnu, Mas Candra, Mas Aji, Mas Yasir. Karena ini memotret diri saya yang sepenuhnya,” katanya.

Baca juga : DKI Bakal Pindahkan Warga Di Tepi Sungai

Dia mengungkap, perjalanan politiknya sempat terhenti karena ibunya terkena stroke ringan setelah dirinya dituding terlibat dalam gerakan kiri.

Kini, sebagai Gubernur DKI Jakarta, Pramono merasa lebih leluasa menjalankan gaya kepemimpinan yang dia yakini terbuka, efisien, dan berorientasi pada kebersamaan.

“Wajah kita itu menampakkan hati yang lebih cool. Bahwa ada peristiwa, pasti ada. Tetapi kita tangani secara baik-baik, terbuka dan kebersamaan itu menjadi hal yang penting,” ucapnya.

Di akhir sambutannya, Pramono mengutip pesan ayahnya yang menjadi prinsip hidupnya dalam bekerja di pemerintahan.

Baca juga : Tak Lama Lagi, Sampah Bakal Jadi Harta Karun

“Le, koe ojo korupsi. Kalau kurang, kerja keras,” ujar Pramono mengenang.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense