RM.id Rakyat Merdeka - Sektor pertanian di bawah satu tahun kepemimpinan Presiden RI Prabowo Subianto kembali mencatatkan kinerja gemilang. Berdasarkan data yang diungkapkan oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, ekspor produk pertanian Indonesia mengalami lonjakan signifikan, mencapai kenaikan sebesar 42,19 persen dibandingkan tahun 2024.
Pernyataan tersebut disampaikan Amran dalam Konferensi Pers "Satu Tahun Kinerja Pembangunan Pertanian" di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Rabu (22/10/2025). Amran menegaskan bahwa capaian ini adalah hasil dari gagasan besar Prabowo dalam memajukan sektor agrikultur.
“Ekspor pertanian itu naik 42,19 persen dibanding 2024. Kemudian tenaga kerja naik jumlahnya di sektor pertanian, kemudian beberapa capaian lainnya selama ini, selama 1 tahun produksi beras sampai hari ini itu 33,11 juta ton. Tahun lalu satu tahun itu 30 juta ton, dan diperkirakan akhir tahun mencapai 34,4 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah dan kesejahteraan juga meningkat,” ujar Amran.
Baca juga : Sasar Pasar Menengah, iQOO Indonesia Siapkan Produk ke-3, Lini Z Series
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pertanian juga mengumumkan langkah besar Prabowo dalam revitalisasi sektor pupuk nasional. Reformasi besar ini memangkas regulasi berbelit, mempercepat distribusi, dan memastikan pupuk langsung disalurkan dari pabrik ke petani.
“Atas instruksi bapak presiden melalui regulasi yang dikeluarkan, sekarang dari pertanian ke pabrik, pabrik langsung ke petani. Petani seluruh Indonesia menikmati,” ujar Amran.
Langkah reformasi ini disertai kebijakan penurunan harga pupuk sebesar 20 persen, sebuah kebijakan bersejarah yang langsung dirasakan jutaan petani di seluruh Indonesia. Harga urea turun dari Rp 2.250 menjadi Rp 1.800 per kilogram, sedangkan NPK dari Rp 2.300 menjadi Rp 1.840 per kilogram.
Baca juga : Setahun Diplomasi Prabowo, Indonesia Makin Disegani Dunia
“Ini adalah luar biasa. Inilah hasil dari efisiensi efektif produktif. Ini adalah hasil efisiensi anggaran yang dilakukan oleh pemerintah, efektivitas, efisien dan seterusnya,” ungkap Amran.
Amran juga memastikan, pemerintah tidak akan mentoleransi praktik kecurangan di lapangan.
“Ini adalah kepentingan hajat hidup orang banyak. Presiden selalu perintahkan, hilangkan koruptor dan tolong support petani Indonesia. Tolong perhatikan nasib mereka,” tegasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.