Dark/Light Mode

Perkuat Diplomasi Maritim, Indonesia Latih Pelaut Afrika

Jumat, 17 Oktober 2025 22:16 WIB
Indonesia perkuat diplomasi maritim dengan melatih pelaut dari 13 negara Afrika di STIP Jakarta dan BP3IP, Jumat (17/10/2025). (Foto: Humas Kemenhub)
Indonesia perkuat diplomasi maritim dengan melatih pelaut dari 13 negara Afrika di STIP Jakarta dan BP3IP, Jumat (17/10/2025). (Foto: Humas Kemenhub)

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Perhubungan menggelar pelatihan internasional bagi 13 negara anggota Maritime Organization of West and Central Africa (MOWCA).  Program ini merupakan bagian dari komitmen Indonesia di forum International Maritime Organization (IMO).

Kepala BPSDM Perhubungan Djarot Tri Wardhono menjelaskan, pelatihan ini dilaksanakan di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta dan Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP3IP). Adapun, pelatihan ini meliputi Training of Trainers (ToT) dan Training of Examiners (ToE) berbasis standar IMO.

"Pelatihan ini diselenggarakan oleh Indonesia sebagai tindak lanjut dari komitmen yang telah kami buat pada Sidang ke-33 Majelis IMO 2023," kata Djarot dalam Press Background di Kantor Kemenhub, Jakarta, Jumat (17/10/2025).

Baca juga : Garuda Indonesia Perkuat Agenda Restrukturisasi

Djarot mengungkapkan, total anggaran hibah tahun 2025 untuk program ini mencapai Rp18,2 miliar yang dikelola oleh Lembaga Dana Kerja Sama Pembangunan Internasional (LDKPI) Kementerian Keuangan. Dukungan juga datang dari Direktorat Kerja Sama Internasional dan Direktorat Afrika Kementerian Luar Negeri.

Pelatihan ToT IMO Model Course 6.09 dilaksanakan di Kampus BP3IP pada 4-19 Oktober 2025 dan diikuti oleh 17 peserta dari lima negara, yakni Kamerun, Republik Demokratik Kongo, Ghana, Guinea Bissau, dan Sierra Leone. 

Sementara, Training of Examiners (ToE) IMO Model Course 3.12 digelar di STIP Jakarta dengan 20 peserta dari tujuh negara, yaitu Kongo Brazaville, DR Kongo, Gabon, Gambia, Ghana, Guinea Bissau, dan Sierra Leone.  "Pelatihan ini tidak hanya menjadi ajang peningkatan kapasitas SDM maritim, tetapi juga wujud kontribusi Indonesia terhadap stabilitas dan keselamatan pelayaran global," tutur Djarot.

Baca juga : Kehadiran Prabowo Di KTT Gaza Wujud Dukungan Indonesia Untuk Perdamaian Dunia

Menurutnya, kegiatan ini menjadi bagian dari diplomasi maritim Indonesia yang menempatkan pendidikan dan pelatihan sebagai sarana memperkuat kerja sama internasional. "Saat ini kami sedang mempersiapkan kedatangan 48 peserta Batch 2 pada 19 Oktober 2025," ungkapnya. 

Pelatihan meliputi teori dan praktik berbasis simulator berstandar internasional dengan kurikulum IMO Model Course 6.09 dan 3.12. 

Melalui program ini, Indonesia menegaskan komitmennya untuk berperan aktif dalam pengembangan SDM maritim global, sekaligus memperkuat posisi sebagai negara poros maritim dunia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.