RM.id Rakyat Merdeka - Yayasan Anak Nagari Indonesia menggelar Pendidikan dan Pelatihan Search and Rescue (SAR) di kawasan Puncak, Bogor, Sabtu–Minggu (1–2 November 2025). Belasan siswa Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Anak Nagari Indonesia dibekali keterampilan langsung oleh tim Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) agar siap dan tangguh menghadapi bencana.
Kegiatan ini menghadirkan Abriveno Y.L. Pitoy, Analis Kebencanaan Ahli Muda Direktorat Pengembangan Strategi Penanggulangan Bencana BNPB, sebagai narasumber utama. Dengan penuh semangat, ia membawakan materi “Dasar-Dasar Penanggulangan Bencana” . Abriveno juga mengajak peserta tak sekadar memahami teori, tetapi juga menumbuhkan kesadaran bersama bahwa kesiapsiagaan adalah tanggung jawab setiap orang.
Baca juga : Kompak Di RSUD Lebak , TNI Dan Prajurit Australia Latihan Tanggap Bencana
Ketua Yayasan Anak Nagari Indonesia mengatakan, Jakarta Utara adalah wilayah yang rentan terhadap bencana seperti banjir rob dan kebakaran permukiman padat. Melalui diklat ini, dia berharap murid PKBM Anak Nagari Indonesia tidak hanya menjadi penonton saat bencana terjadi, tetapi hadir sebagai bagian dari solusi. "Kami ingin siswa PKBM Anak Nagari sebagai generasi tangguh yang siap menolong diri sendiri dan orang lain,” kata Malik, dalam keterangan tertulis, Sabtu (1/11/2025)
Malik mengatakan, diklat ini dirancang sebagai respons nyata terhadap kondisi geografis dan sosial murid PKBM yang mayoritas tinggal di kawasan pesisir utara Jakarta. Materi pelatihan dikemas secara aplikatif dan edukatif. Mulai dari pengenalan potensi bencana, simulasi penyelamatan, hingga praktik lapangan. Para peserta juga diajak membangun semangat solidaritas dan kepedulian sosial—dua nilai utama yang menjadi fondasi Yayasan Anak Nagari Indonesia.
Baca juga : Asabri Komit Bangun SDM Profesional Jadi Fondasi Tangguh Organisasi
Kegiatan seperti ini merupakan bagian dari misi yayasan untuk menumbuhkan generasi muda yang berdaya, berempati, dan siap menghadapi tantangan zaman.
“Kami ingin pendidikan tidak hanya menghasilkan ijazah, tetapi juga melahirkan karakter. Anak-anak ini adalah harapan bangsa. Mereka harus kuat, peduli, dan siap siaga,” tegasnya.
Baca juga : Mendagri dan Kepala BNN Bahas Penguatan Sinergi Penanggulangan Narkoba
Dengan semangat kebersamaan, seluruh peserta mengikuti kegiatan hingga akhir dengan antusias. Udara dingin Puncak tak menyurutkan langkah mereka untuk belajar, berlatih, dan berbagi pengalaman.
Melalui Diklat SAR ini, Yayasan Anak Nagari Indonesia menegaskan kembali perannya bukan hanya sebagai lembaga pendidikan alternatif, tetapi juga pusat pembentukan karakter dan kesadaran sosial bagi anak-anak yatim, dhuafa, dan marjinal. Sebuah langkah nyata membangun bangsa dari akar rumput, dari anak-anak pinggiran Jakarta Utara yang kini belajar menjadi penjaga kehidupan dan kemanusiaan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.