Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Kompak Di RSUD Lebak , TNI Dan Prajurit Australia Latihan Tanggap Bencana
Kamis, 30 Oktober 2025 05:51 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Hujan rintik-rintik yang menyelimuti halaman Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Malingping, Lebak, Banten, Selasa (28/10/2025) siang, tak mengurangi semangat para prajurit berseragam loreng TNI dan pasukan beratribut khas Australian Defence Force (ADF), beraktivitas. Mereka berjalan berdampingan, sesekali tersenyum menyapa petugas rumah sakit.
Kehadiran mereka di sana dalam misi latihan bersama tanggap bencana. Latihan lintas negara itu dinamakan Bhakti Kanyini Ausindo 2025, berlangsung di wilayah Lebak, Banten, pada 27–30 Oktober 2025.
Latihan tahunan antara TNI dan ADF tersebut berfokus pada peningkatan kemampuan Humanitarian Assistance and Disaster Relief (HADR), bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana.
Sebanyak 323 peserta terlibat. Yakni 250 personel TNI dan unsur sipil Indonesia, 58 dari ADF, 10 dari Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) dan 5 dari militer Timor Leste (F-FDTL).
Latihan ini juga menjadi bentuk kontribusi aktif Indonesia menciptakan perdamaian, kesejahteraan dan stabilitas keamanan regional melalui sinergi militer dan sipil.
Wartawan Rakyat Merdeka Diananda Rahmasari bersama tujuh jurnalis lainnya berkesempatan mengikuti rangkaian latihan pada 28-30 Oktober 2025 di Bayah, Banten. Para peserta dibagi menjadi beberapa kelompok latihan.
Rakyat Merdeka berkesempatan mengikuti kegiatan kunjungan dan sharing session di RSUD Malimping. Ada 15 perwakilan ADF dan TNI hadir di sana untuk melihat sejauh mana kesiapan RSUD Malingping dalam menampung pasien bencana.
Direktur Latihan Bhakti Kanyini Ausindo 2025 Brigadir Jenderal TNI Edi Saputra menjelaskan, RSUD Malingping menjadi titik penting simulasi, karena perannya sebagai rumah sakit pendukung jika terjadi bencana besar di wilayah Bayah dan Lebak, Banten.
Baca juga : Khofifah Ajak Santri Kobarkan Spirit Jihad Kebangsaan
Menurut Edi, latihan kali ini bagian dari kolaborasi Indonesia dan Australia dalam penanggulangan gempa bumi dan tsunami di wilayah Bayah dan Lebak, Banten.
Latihan juga dirancang untuk memperkuat koordinasi antara unsur militer dan sipil dalam menghadapi bencana. Serta kolaborasi tak hanya soal kemampuan teknis, tapi juga membangun kepercayaan dan empati.
“Kami ingin memastikan seluruh unit, baik nasional maupun daerah, militer hingga sipil siap menghadapi skenario bencana dengan mekanisme manajemen risiko yang jelas,” tuturnya.
“Latihan ini mencerminkan wajah TNI yang profesional, responsif, integratif, modern dan adaptif, berorientasi pada kepentingan rakyat dan perdamaian dunia,” imbuhnya.
Di aula kecil rumah sakit tipe C itu, para tenaga medis lokal dan perwakilan militer Australia duduk bersama. Mereka berbagi pengalaman menghadapi kondisi darurat. Captain Lyndan Spitteler, seorang Health Planner ADF, mengaku banyak belajar dari rekan-rekan Indonesia.
“Sebagai negara yang hidup di atas ring of fire, Indonesia sangat berpengalaman menghadapi gempa dan bencana alam lain. Tim RSUD Malingping memberi kami banyak masukan berharga,” ujarnya, usai sesi berbagi sore itu.
Spitteler mengatakan, TNI dan tenaga medis Indonesia memiliki keunggulan dalam manajemen evakuasi korban dan penanganan patah tulang akibat reruntuhan bangunan.
“Kami belajar banyak bagaimana menjaga stabilitas pasien di situasi yang penuh tekanan,” imbuhnya.
Baca juga : Bank Tanah Gaet TNI/Polri Dan Warga Olah 4 Ha Lahan Di Poso Untuk Pangan
Meski berstatus RS Tipe C, Spitteler kagum pada kesiapan fasilitas dan sumber daya manusia di RSUD Malingping. Sebagai informasi, RS Tipe C adalah rumah sakit yang menyediakan pelayanan medis spesialis terbatas.
“Semua staf memahami prosedur tanggap darurat dengan sangat baik. Itu hal yang luar biasa,” puji dia.
Terletak hanya enam kilometer dari bibir laut, RSUD Malingping kerap menjadi garda pertama ketika bencana melanda pesisir selatan Banten. Kepala Humas RSUD Malingping Edi Yulia Ramdan menegaskan kesiapan rumah sakitnya menghadapi situasi darurat.
“Kami siap menjadi lokasi tanggap darurat. Meski kapasitas terbatas, prinsip kami satu yakni memastikan pasien stabil sebelum dirujuk ke rumah sakit yang lebih besar,” tutur Edi.
Pada kesempatan itu, peserta latihan diajak berkeliling melihat ruang rawat darurat, unit radiologi, serta jalur evakuasi pasien. Hujan tak menyurutkan semangat mereka. Para petugas humas menjelaskan dengan detail, sembari memastikan kenyamanan pasien yang tengah dirawat.
Tumbuhkan Empati
Latihan ini bukan semata peningkatan kemampuan teknis. Tetapi juga wadah untuk menumbuhkan empati, saling menghormati dan rasa saling percaya antar-prajurit dua negara sahabat.
Makna “Bhakti Kanyini” berarti pengabdian tulus. Semangat itu terasa nyata dalam setiap interaksi selama latihan. Dari prajurit hingga tenaga medis, dari pejabat tinggi hingga relawan lapangan.
Latihan ini juga diikuti berbagai lembaga nasional. Seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Kepolisian Republik Indonesia dan Palang Merah Indonesia (PMI).
Baca juga : Palestina Merdeka Semakin Menggema
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya