BREAKING NEWS
 

Butuh Tanggul Permanen Di Tepi Kali Ciliwung

Lapor, Kampung Sawah Rawan Kembali Longsor

Reporter : DEDE ISWADI IDRIS
Editor : DAUD FADILLAH
Minggu, 11 Januari 2026 06:25 WIB
Jalan darurat dari bambu di Kampung Sawah, RT 06, RW 02, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Jalan aspal di tepi Sungai Ciliwung ini hilang karena longsor.  (Foto: Dede Iswadi/RM)

 Sebelumnya 
Kemudian, pada 2020, longsor menggerus jalan hingga tak tersisa. Pada April 2021, longsor ditangani dengan pembuatan bronjong berisi karung tanah yang ditopang dengan kayu dolken. 

Namun pada 2022, saat Jakarta dilanda cuaca ekstrem dengan intensitas hujan tinggi, bronjong ambrol. “Karena kena air terus, apalagi pas hujan lebat, lama kelamaan tanah bronjongnya habis,” ucap pria beranak tiga tersebut. 

Ketika longsor parah tersebut, Minin dan istri terjebak di dalam rumah. Saat itu, anak-anak mereka tidak tidur, sehingga mengetahuinya. “Kejadiannya pas subuh,” kata Saniah, istri Minin menimpali. 

Untuk dapat keluar dari rumah, Minin menjebol tembok belakang. “Kami ditolong warga. Mereka mengulurkan tangga. Pas saya naik, tangganya patah. Saya jatuh. Saya sampai sakit beberapa hari waktu itu,” kenang Saniah. 

Baca juga : Inter Vs Napoli, Saling Sikut Demi Scudetto

Saniah pasrah dengan kondisi rumahnya yang mulai rusak dan dindingnya berlumut akibat lama dikosongkan. “Kalau ada yang mau beli, silakan. Tapi, siapa yang mau beli dengan kondisi begitu. Orang Pemprov DKI saja, saya tawari tak mau,” tuturnya. 

Saniah bilang, keluarganya sempat ditawari untuk pindah ke rumah susun (Rusun) oleh pejabat yang sempat meninjau. “Mau bayar sewanya pakai apa? Kalau tinggal di Rusun, suami saya mau kerja apa, sudah tua begini,” ucap dia. 

Saat ini, lanjut Saniah, dengan kondisi fisik yang tidak lagi prima, sang suami terpaksa menjadi pemulung untuk makan sehari-hari. “Dulu sempat jadi tukang angkut sampah, tapi berhenti karena sudah tak kuat,” cerita wanita 63 tahun ini. 

Saniah berharap, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membangun tanggul permanen di wilayahnya. Bukan hanya untuk kepentingan dia dan keluarga. Tapi, demi warga di pinggir Sungai Ciliwung ini. Karena, ada kekhawatiran longsor akan melebar. 

Baca juga : Trik Red Bull Hadapi Era Baru F1, Bangun Keunggulan Dari Aerodinamika

Sebab, menurut Saniah, sejumlah rumah tetangganya juga terancam longsor. Bahkan, ada yang fondasinya sudah menggantung. “Kalau didiamkan saja, banyak yang kena nantinya,” khawatir Saniah. 

Camat Jagakarsa Satia mengaku sudah mengetahui informasi mengenai longsor di Kampung Sawah, RT 06, RW 02, Srengseng Sawah. 

“Saya baru dapat informasi, nanti kami tinjau dulu,” kata Satia yang baru dua bulan menjadi Camat Jagakarsa, Kamis (8/1/2026). 

Menurut Satia, dari informasi yang diperolehnya, longsor di wilayah tersebut sudah terjadi berulang kali. Pihak Kecamatan beserta Suku Dinas (Sudin) Sumber Daya (SDA) Jakarta Selatan dan Dinas SDA DKI Jakarta juga telah melakukan penanganan untuk mencegah longsor meluas. “Kami sudah membuat bronjong dan dolken, namun kembali tergerus longsor,” ujarnya. 

Baca juga : Polri Tetap di Bawah Presiden

Menurut Satia, pihaknya hanya berwenang melakukan penanganan sementara. Sebab, penanganan lebih lanjut, berada pada Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (BBWSCC) yang berada di bawah Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum. 

Meski begitu, dia tidak tinggal diam. Satia yang salah satu programnya adalah pelestarian lingkungan dan antisipasi bencana, akan berupaya maksimal untuk mengatasi longsor tersebut. “Nanti kami koordinasikan lagi dengan BBWSCC dan pihak terkait,” tandasnya. [DRS]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense