BREAKING NEWS
 

Tinjau Longsor Pasar Rebo, Andika Minta BBWSCC Segera Turap Kali Ciliwung

Reporter : DEDE ISWADI IDRIS
Editor : FAQIH MUBAROK
Selasa, 10 Maret 2026 20:03 WIB
Anggota DPRD DKI Jakarta Andika Wisnuadji meninjau langsung lokasi longsor di wilayah Kecamatan Pasar Rebo, Selasa (10/3/2026). Foto: Dede Iswadi/RM

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota DPRD DKI Jakarta Andika Wisnuadji meninjau langsung lokasi longsor di wilayah Kecamatan Pasar Rebo, Selasa (10/3/2026). Longsor terjadi di bantaran Kali Ciliwung tepatnya di Kelurahan Gedong, Jakarta Timur.

Dalam peninjauan lokasi longsor tersebut, Andika memastikan tidak ada korban jiwa maupun warga yang harus mengungsi akibat kejadian tersebut. Namun, akses jalan warga sempat terputus karena longsoran tanah.

"Alhamdulillah tidak ada warga terdampak langsung atau korban jiwa. Tetapi akses jalan sempat terputus sehingga cukup mengganggu aktivitas masyarakat," ujar anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta itu di lokasi.

Politisi termuda di DPRD DKI dari Fraksi Demokrat itu menjelaskan, potensi longsor di lokasi tersebut sebenarnya sudah lama dikeluhkan warga. Saat masa reses, sambung dia lagi masyarakat bahkan telah menyampaikan kondisi tanah di bantaran kali yang terus terkikis dan rawan longsor.

Baca juga : SIM Keliling Kabupaten Bogor 5 Maret, Hadir di Metropolitan Mall Cileungsi

Menurut Andika, penanganan sementara memang pernah dilakukan oleh Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta dengan membuat turap darurat. Namun, kewenangan utama penanganan Kali Ciliwung berada di bawah Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) Kementerian PUPR.

"Dari pihak kelurahan sudah dua kali mengirim surat ke BBWSCC untuk pengajuan penurapan permanen. Bahkan sejak 2024 sudah ada kejadian longsor di lokasi yang sama. Tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut," katanya.

Adsense

Andika meminta BBWSCC segera mengambil langkah konkret dengan melakukan penurapan permanen di titik longsor tersebut agar tidak membahayakan warga yang tinggal di sekitar bantaran kali.

Dia menegaskan, meski Dinas SDA dapat melakukan penanganan awal, tanggung jawab utama tetap berada pada BBWSCC sebagai pengelola Kali Ciliwung.

Baca juga : Zulhas Minta Koperasi Serap Hasil Panen Petani

"Dinas SDA bisa melakukan penanggulangan sementara, tapi bukan berarti BBWSCC lepas tangan. Ini kewenangan mereka karena Kali Ciliwung berada di bawah pengelolaan BBWSCC," tegasnya.

Longsor tersebut diduga dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah Jakarta beberapa waktu lalu hingga menyebabkan banjir di sejumlah titik. Tingginya debit air membuat tanah di bantaran kali terkikis dan akhirnya longsor.

Andika berharap penanganan permanen segera dilakukan, mengingat warga sudah lama menunggu realisasi pembangunan turap di lokasi tersebut.

"Warga sudah lama berharap ada turap permanen. Selama ini hanya diukur-ukur saja, tapi tidak pernah dikerjakan. Saya minta BBWSCC segera merealisasikan penurapan Kali Ciliwung di Jalan Kesehatan, RW 11, Kelurahan Gedong, Pasar Rebo," tandasnya.

Baca juga : SIM Keliling Kabupaten Bogor 29 Januari, Hadir di Metropolitan Mall Cileungsi

"Warga sudah lama berharap ada turap permanen. Selama ini hanya diukur-ukur saja, tapi tidak pernah dikerjakan. Saya minta BBWSCC segera merealisasikan penurapan Kali Ciliwung di Jalan Kesehatan, RW 11, Kelurahan Gedong, Pasar Rebo," tandasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense