Dark/Light Mode

Evakuasi Korban Longsor Cisarua, KDM Soroti Isu Alih Fungsi Lahan

Sabtu, 24 Januari 2026 16:46 WIB
Evakuasi korban longsor di Desa Pasirlangu Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (24/1/2026). (Foto: IG @dedimulyadi71)
Evakuasi korban longsor di Desa Pasirlangu Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (24/1/2026). (Foto: IG @dedimulyadi71)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi atau KDM menyaksikan langsung evakuasi korban longsor di Desa Pasirlangu Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (24/1/2026). Saat ini, Tim SAR gabungan tengah melakukan pencarian terhadap 82 warga yang tertimbun longsor di wilayah tersebut.

"Saya berada di Bandung Barat, di lokasi bencana. Ini lagi pengambilan mayat, susah diambilnya," kata KDM melalui video yang ditayangkan di akun Instagram pribadinya, Sabtu (24/1/2026).

KDM lalu menyoroti lokasi bencana, yang semestinya merupakan kawasan areal pohon penahan tanah dan air. Namun faktanya saat ini, disulap menjadi kebun bunga dan sayuran.

Baca juga : Pemulihan di Batangtoru: Masjid, Pasar, hingga Sekolah Sudah Difungsikan Lagi

"Kita ingin tidak lagi terjadi alih fungsi sedemikian itu di Jawa Barat. Asalnya areal hutan dan pegunungan, kini semuanya jadi kebun, sayur, dan kebun bunga. Ini mungkin salah satu faktor penyebab longsor," kata KDM.

Tindak Tegas Developer Nakal  

Dalam postingan Instagram sebelumnya, KDM memastikan akan menindak tegas developer perumahan yang abai terhadap potensi banjir di wilayahnya, menyusul musibah banjir besar di daerah Bekasi dan Karawang imbas hujan terus-menerus dalam beberapa hari terakhir.

KDM pun memajang video Komplek GLS di Babelan, Kabupaten Bekasi yang terendam banjir hingga menyerupai lautan.

Baca juga : HKI Genjot Investasi Kawasan Industri 2026, Soroti Masalah Tata Ruang

"Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan bersikap tegas kepada seluruh pengembang yang tidak memiliki tanggung jawab terhadap proyek-proyek yang dibangunnya," papar KDM.

"Proyek tersebut mendapat pasar yang relatif baik dengan janji kawasan nyaman, kawasan bebas banjir dan sejenisnya. Namun faktanya, tidak sesuai harapan," imbuhnya. 

KDM menguraikan, banjir terjadi karena maraknya pembangunan perumahan di areal tempat penyimpanan air seperti sawah dan rawa. Ditambah lagi, banyak sungai mengalami sedimentasi dan penyempitan. Akibatnya, air yang memiliki sifat mengalir ke tempat yang lebih rendah, meluap dan tidak terkendali. 

Baca juga : Bantu Korban Bencana, BPN Kawal Legalitas Lahan Huntap

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.