BREAKING NEWS
 

Biar Nggak Jadi Gotham City

Srikandi Demokrat Dorong Pelatihan Kerja Warga Jakbar

Reporter : DEDE ISWADI IDRIS
Editor : FAQIH MUBAROK
Selasa, 26 Mei 2026 14:12 WIB
Anggota Fraksi Demokrat DPRD DKI Jakarta, Nurafni Sajim. Foto: Dede Iswadi/RM

RM.id  Rakyat Merdeka - Maraknya aksi begal di Jakarta Barat hingga dijuluki “Gotham City” menjadi perhatian serius anggota Fraksi Demokrat DPRD DKI Jakarta, Nurafni Sajim.

Srikandi Demokrat dari Daerah Pemilihan (Dapil) 9 Jakarta Barat itu meminta Pemprov DKI memperkuat program pelatihan kerja bagi masyarakat guna menekan angka kriminalitas, khususnya aksi begal yang belakangan marak terjadi.

Menurut Afni, pelatihan kerja yang berkaitan dengan sektor ekonomi jangan sampai dikurangi anggarannya. Sebab, program tersebut dinilai menjadi salah satu solusi mengatasi pengangguran sekaligus mencegah tindak kriminal.

Baca juga : Jarang Jadi Sasaran Demo, Pramono Ngaku Bestie Sama Kalangan Buruh

“Komisi B ini komisi yang berurusan dengan ekonomi Jakarta. Dengan perputaran uang yang lambat, kami minta bantuan-bantuan pelatihan untuk masyarakat jangan dikurangi. Untuk komisi lain silakan dikurangi,” ujar Afni, Selasa (26/5/2026).

Ia menilai tingginya angka kriminalitas tidak bisa dilepaskan dari kondisi ekonomi masyarakat yang tengah melambat. Kondisi tersebut membuat banyak warga kehilangan peluang berkembang, sementara anak-anak putus sekolah akhirnya menganggur.

Adsense

“Perputaran ekonomi yang lambat akhirnya masyarakat tidak punya keberanian apa-apa. Anak putus sekolah jadi pengangguran, ujung-ujungnya begal,” katanya.

Baca juga : Menlu Laos Ke Jakarta, Dorong Penguatan Kerja Sama Ekonomi Dan Keamanan

Vokalis Demokrat di Kebon Sirih itu juga menyoroti banyaknya pelaku kriminal yang masih berusia muda. Menurut dia, kondisi tersebut tidak boleh terus dibiarkan terjadi di Jakarta.

“Kita lihat yang ditangkap itu sebagian besar masih muda-muda. Itu yang tidak boleh terjadi di masyarakat Jakarta,” tegasnya.

Karena itu, Afni meminta Dinas Tenaga Kerja DKI Jakarta lebih serius menjalankan program pengurangan pengangguran melalui pelatihan kerja yang relevan dengan kebutuhan zaman. Menurut dia, model pelatihan tidak boleh kaku dan hanya mengikuti pola lama

Baca juga : Wali Kota Tangerang Dorong Penguatan Mitigasi Bencana

. Pelatihan harus disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing wilayah. “Pelatihan itu harus menyesuaikan perkembangan zaman. Jangan terlalu berpatokan sampai akhirnya pelatihannya baku dan itu-itu saja,” ujarnya.

Afni mengusulkan agar materi pelatihan di tiap daerah dibuat berbeda sesuai karakteristik wilayah masing-masing. Misalnya, pelatihan di Jakarta Barat tidak harus sama dengan di Jakarta Timur.

“Yang penting kegiatan pelatihan itu berjalan dan sesuai kebutuhan masyarakat,” tandasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense