BREAKING NEWS
 

Gaji Stagnan, Bensin Naik, Tarif Transjakarta Ikut Menyusul: Makasih Lho Pak!

Reporter : FATIMAH AZ ZAHRA
Editor : MARULA SARDI
Selasa, 29 September 2026 20:38 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Foto: Zahra/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Di tengah jeritan warganet yang terus mengeluhkan biaya hidup di ibu kota yang kian mencekik, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi mengumumkan rencana penyesuaian tarif layanan Transjakarta dan Transjabodetabek yang bakal berlaku mulai 1 Januari 2027.

Sontak, kabar ini langsung disambut gelombang komentar satir dan nada protes dari para 'anak kereta' dan pengguna setia moda transportasi umum di media sosial. "20 tahun enggak naik sih keren, tapi ya lihat-lihat momen dong Pak, dompet makin tipis nih!" celetuk salah satu warganet X merespons pengumuman tersebut.

Rencana kenaikan ongkos armada oranye ini disampaikan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat menghadiri peringatan Hari Perhubungan Nasional tingkat Provinsi DKI Jakarta di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (29/9/2026).

Pramono berdalih, keputusan penyesuaian dilakukan mengingat tarif bus Transjakarta sudah tidak pernah berubah selama dua dekade terakhir.

Baca juga : Pramono Ancam Pecat ASN DKI Terlibat Calo Rekrutmen Damkar

"Dan dalam menentukan tarif transportasi yang baru, yang sudah 20 tahun tidak pernah mengalami perubahan, akan kami berlakukan tanggal 1 Januari 2027. Sehingga ada kesempatan yang cukup panjang untuk melakukan sosialisasi," ujar Pramono.

Kendati kepastian tanggal pemberlakuan sudah diketok, Pemprov DKI Jakarta belum secara resmi merinci berapa besaran nominal baru yang harus dirogoh pengguna dari dompet mereka.

Adsense

Pramono mengklaim, pola penyesuaian ini mencontoh penetapan tarif Transjabodetabek rute Blok M–Bandara Soekarno-Hatta yang sebelumnya disepakati di angka Rp 15.000. Menurutnya, angka tersebut masih tergolong sangat ramah kantong ketimbang opsi moda transportasi darat lainnya.

"Termasuk seperti yang ketika kami memutuskan Transjabodetabek dari Blok M ke Soekarno-Hatta, dan alhamdulillah sudah berlaku menjadi Rp15.000 dan alhamdulillah juga tetap paling murah dibandingkan dengan seluruh alat transportasi yang ada," tuturnya.

Sinyal Kenaikan Tarif LRT Kelapa Gading–Manggarai

Baca juga : Pemprov DKI Perluas Fasilitas Transportasi Umum Gratis Jadi 21 Golongan

Tak berhenti di Bus Rapid Transit (BRT), sinyal kenaikan ongkos juga mengintai layanan LRT Jakarta rute Kelapa Gading–Manggarai. Saat ini, penumpang rute tersebut masih menikmati tarif flat sebesar Rp 5.000.

Pramono memberi indikasi bahwa rute LRT ini juga masuk dalam radar pembahasan penyesuaian harga layanan transportasi umum berikutnya.

Menanggapi potensi gejolak di masyarakat, Pramono berjanji bahwa proses penetapan angka final nantinya tidak akan menutup mata dari kondisi perekonomian para pengguna harian.

"Tetapi yang jelas, di dalam menentukan tarif itu, kami pasti mempertimbangkan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Sehingga tidak membebani secara bagi masyarakat," janji Pramono.

Baca juga : Pramono Pastikan Penataan Kali Kebon Melati Tak Gusur Permukiman Warga

Ia menuturkan optimismenya bahwa meskipun tarif anyar nantinya telah diberlakukan, biaya transportasi publik di Jakarta akan tetap memegang predikat yang paling terjangkau dibanding kawasan penyangga (Bodetabek) lainnya.

"Dan saya yakin tarif ini dibandingkan dengan tarif di sekitar Jakarta, masih menjadi tarif yang paling murah," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense