RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) memastikan siap menjadi tuan rumah Pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten 2026 yang akan diselenggarakan pada pertengahan November nanti.
Hal ini dibuktikan dengan kesiapan gelanggang olahraga, kampus, fasilitas pemerintah hingga arena milik swasta, hingga ruang-ruang rapat untuk menyambut salah satu pesta olahraga terbesar di Banten.
Porprov VII dijadwalkan berlangsung pada pertengahan November 2026. Sebanyak 60 cabang olahraga masuk dalam persiapan penyelenggaraan.
Kontingen dari delapan kabupaten dan kota di Banten akan datang bukan hanya untuk bertanding, tetapi membawa pelatih, ofisial dan pendukung yang ikut membuat Tangerang Selatan menjadi pusat aktivitas olahraga selama penyelenggaraan.
Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan yang juga menjabat Ketua Umum Panitia Besar Porprov VII Banten menegaskan penyelenggaraan event olahraga ini tidak cukup dipahami sebagai rangkaian pertandingan.
Ada pekerjaan sebelum pertandingan dimulai. Ada tanggung jawab selama kompetisi berlangsung. Ada pula pertanggungjawaban setelah seluruh kontingen meninggalkan kota.
Baca juga : Gubernur Andra Soni Sambangi Keluarga Jurnalis Hilang di Anak Krakatau
“Prinsipnya, sukses Porprov itu adalah sukses pelaksanaan dan sukses pertanggungjawaban,” kata Pilar di Tangsel, Banten, Senin (29/9/2026).
Pilar menuturkaan kesiapan tuan rumah tidak hanya akan terlihat pada upacara pembukaan atau ketika pertandingan pertama dimulai. Namun juga akan diuji melalui hal-hal yang lebih sederhana tetapi menentukan, mulai dari akses atlet menuju arena, kelayakan tempat pertandingan, layanan kesehatan yang tersedia, program pengamanan yang berjalan, dan antusiasme masyarakat menyambut gelaran Porprov ini.
"Karena itu, sejak awal, Panitia Besar Porprov tidak ingin pesta olahraga ini berhenti sebagai urusan pemerintah dan organisasi olahraga,” ujarnya.
Dalam struktur persiapan, Pemkot Tangerang Selatan, KONI Tangsel dan KONI Provinsi Banten menjadi unsur utama. Namun, pelaku usaha, pengelola hotel, UMKM, institusi pendidikan, dunia kesehatan, hingga media ikut masuk dalam lingkaran yang lebih luas.
Pilar menyebut keterlibatan itu diperlukan agar Porprov menjadi “hajat besar masyarakat Kota Tangerang Selatan”, bukan hanya kegiatan pemerintah daerah.
Pemaknaan tersebut penting bahwa sebuah pesta olahraga provinsi tidak otomatis menjadi pesta masyarakat hanya karena pertandingan berlangsung di sebuah kota.
Baca juga : Jenazah di Pulau Enggano Teridentifikasi sebagai Surakman, ABK KM Arupadatu 1
"Warga perlu mengetahui kapan pertandingan berlangsung. Mereka perlu mengetahui cabang olahraga apa yang dapat disaksikan, di mana arena berada, dan bagaimana menuju lokasi," ujarnya.
Lebih jauh lagi, lanjut dia, warga perlu merasa bahwa Porprov memang menjadi bagian dari kehidupan kota mereka selama beberapa hari pada November nanti.
Itulah sebabnya sosialisasi menjadi salah satu pekerjaan yang mulai mendapat perhatian lebih besar. Kick-off Porprov VII telah berlangsung beberapa bulan sebelumnya.
Memasuki September, Oktober hingga November, menurut Pilar, publikasi akan semakin diperluas melalui media daring, surat kabar, media luar ruang, media sosial dan berbagai saluran publikasi lainnya.
Panitia juga mengharapkan keterlibatan komunitas dan pemangku kepentingan di Tangerang Selatan untuk ikut menyampaikan informasi mengenai Porprov kepada masyarakat.
“Ayo kita hadir untuk meramaikan, untuk mendukung Porprov Banten ke-7 yang ada di Kota Tangerang Selatan,” ajak Pilar.
Baca juga : SISGITA Tangsel Direplikasi 58 Daerah, Gubernur Banten: Bisa Perkuat PAD
Penjuru Kota Tangsel Jadi Arena
Karakter Kota Tangsel menjadi istimewa karena Porprov kali ini tidak hanya bertumpu pada sebuah kawasan olahraga tunggal. Arena tersebar di berbagai wilayah.
Fasilitas pemerintah digunakan berdampingan dengan berbagai sarana olahraga milik kampus, swasta dan institusi lainnya. Dengan demikian, selama Porprov berlangsung, arena sesungguhnya bukan hanya lapangan pertandingan.
Sebagian kota ikut menjadi bagian dari penyelenggaraan. Jalan yang dilalui kontingen, hotel tempat atlet dan ofisial menginap, restoran yang menerima tamu dari daerah lain, fasilitas kesehatan hingga ruang publik yang dilewati para pendukung akan ikut membentuk pengalaman mereka terhadap Tangerang Selatan.
Pilar melihat momentum tersebut sekaligus sebagai kesempatan memperkenalkan kota. Tangsel memiliki pusat kuliner, hotel, kawasan perdagangan dan sejumlah ruang yang mungkin belum banyak dikenal oleh warga Banten dari daerah lain.
Porprov memberi alasan bagi mereka untuk datang. Namun, manfaat semacam itu tentu tidak terjadi dengan sendirinya. Ia bergantung pada seberapa baik kota mengelola kedatangan para tamu, seberapa mudah informasi diperoleh dan seberapa jauh masyarakat Tangsel ikut merasa memiliki perhelatan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.