Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- KSP Percepat Jargas Gresik, Target 1 Juta Sambungan Rumah pada 2028
- Polda Banten Dampingi Keluarga Korban Arupadatu Tabur Bunga di Selat Sunda
- Rampung Tahap II, 20 Hari Lagi Eks Jampdisus Febrie Disidangkan
- Kasus Suap HGB, KPK Geledah Kantor PT Summarecon Agung di Jaktim
- 7 Indikator Ekonomi Indonesia Tetap Resilien di Tengah Gejolak Global
RM.id Rakyat Merdeka - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengajak para jawara dan perguruan silat di Banten menjadi bagian dari “sabuk kamtibmas” dengan bersinergi bersama Polri menjaga keamanan, memberantas penyakit masyarakat, dan melindungi warga.
Ajakan tersebut disampaikan Kapolri saat meresmikan Balai Latihan Seni Silat sekaligus memperingati Milad ke-3 Pesanggrahan Tjimande Banten Indonesia (PTBI), Jumat (18/9/2026).
Kapolri mengatakan, jawara dan pendekar memiliki peran penting di tengah masyarakat. Kemampuan bela diri yang dimiliki hendaknya digunakan untuk membela kebenaran, melindungi kelompok yang lemah, serta menciptakan rasa aman.
Baca juga : Kapolri Dorong Padepokan Tjimande Berdiri Di Setiap Kabupaten Banten
“Yang namanya pendekar, yang namanya jawara selalu membela kebenaran, membela yang lemah, dan tentunya bersama-sama dengan Polri kita titip untuk sama-sama menjaga kamtibmas, sama-sama memberantas penyakit masyarakat, dan sama-sama kita jaga wilayah Banten,” ujar Kapolri.
Menurutnya, sinergi antara Polri dan para jawara merupakan kekuatan penting untuk menjaga keamanan dan kondusivitas Banten. Karena itu, kebersamaan tersebut perlu diperkuat dengan kekompakan dan soliditas seluruh perguruan silat.
Kapolri juga menekankan pentingnya menjaga pencak silat Tjimande dan seni budaya debus sebagai kekhasan Banten. Pelestarian budaya tersebut menjadi tanggung jawab bersama para pimpinan perguruan dan seluruh pesilat agar nilai-nilai kearifan lokal tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
Baca juga : Polri Harus Beri Rasa Aman & Pelayanan Terbaik Ke Warga
Untuk memperluas pembinaan, Kapolri meminta agar padepokan dan balai latihan tidak hanya terpusat di satu wilayah. Ia berharap setiap kabupaten di Banten memiliki tempat pembinaan serupa sehingga seni budaya, kearifan lokal, dan tradisi pencak silat dapat terus dilatih serta dikembangkan.
“Jadi saya minta nanti di setiap kabupaten didirikan hal seperti ini sehingga kemudian semua budaya yang ada di Banten bisa dijaga, dilatih, dan dilestarikan,” kata Kapolri.
Kapolri menjelaskan, pesanggrahan tidak semata-mata menjadi tempat latihan bela diri. Keberadaannya harus menjadi ruang untuk belajar, berdiskusi, mempererat silaturahmi, sekaligus menyelesaikan berbagai persoalan melalui semangat kebersamaan.
Baca juga : Polda Banten Dampingi Keluarga Korban Arupadatu Tabur Bunga di Selat Sunda
Karena itu, Balai Latihan Seni Silat PTBI diharapkan terbuka bagi seluruh perguruan silat dan masyarakat, bukan hanya anggota PTBI. Balai tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan seni budaya dan pelestarian kearifan lokal Banten.
Kapolri berharap para jawara dan perguruan silat terus menjaga persatuan dalam mengembangkan pencak silat Tjimande dan debus hingga tingkat nasional. Menurutnya, jika dikelola dengan baik, kekayaan budaya tersebut tidak hanya memperkuat identitas Banten, tetapi juga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Ini menjadi sumber kekuatan yang tentunya apabila kita kelola dengan baik, tidak hanya sekadar budaya saja, tetapi juga bisa kita kembangkan dan perkenalkan,” pungkas Kapolri.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya