Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Soal RUU Ketenagakerjaan, Koalisi Buruh Buka Ruang Dialog Hingga 22 September
- Karhutla Menurun, Menhut Dorong Kolaborasi Diperkuat
- B50 Sudah Mengalir Di 6.050 SPBU, ESDM Perkuat Pengawasan
- BRI Raih Penghargaan Indonesia Sports Industry of the Year 2026 dari Kemenpora
- PLN Indonesia Power Raih 97 Penghargaan ENSIA 2026
Hari Kesembilan, Pencarian Jurnalis Dan Kru KM Arupadatu I Masih Nihil
Rabu, 16 September 2026 22:09 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pencarian rombongan jurnalis dan kru kapal cepat KM Arupadatu I yang hilang kontak di perairan Selat Sunda memasuki hari kesembilan tanpa hasil. Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menyatakan tim SAR gabungan belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban maupun kapal tersebut.
Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad mengatakan operasi hari kesembilan sekaligus memasuki hari kedua masa perpanjangan operasi SAR masih belum menemukan petunjuk baru terkait keberadaan KM Arupadatu I.
“Hingga pelaksanaan hari kesembilan atau H+2 masa perpanjangan operasi SAR terhadap kapal cepat yang hilang kontak di sekitar Gunung Anak Krakatau, hasilnya dilaporkan masih nihil,” kata Al Amrad dalam konferensi pers di Posko Utama SAR Carita, Pandeglang, dilansir ANTARA, Rabu (16/9/2026) malam.
Baca juga : Operasi SAR Hari Kesembilan, 22 Alut Air Dikerahkan Cari 5 Jurnalis-3 Awak Kapal
Tim SAR gabungan mengerahkan armada laut utama ke delapan sektor pencarian dengan luas area mencapai 3.439 mil laut persegi atau nautical mile (NM) persegi. Wilayah penyisiran membentang dari kawasan pesisir sekitar Gunung Anak Krakatau di Banten-Lampung hingga Pulau Enggano, Bengkulu.
Sebanyak 22 unit kapal dikerahkan dalam operasi tersebut, terdiri atas lima kapal perang Republik Indonesia (KRI), dua Kapal Angkatan Laut (KAL), satu Rescue Boat Basarnas (RBB), delapan kapal Polisi Perairan dan Udara (Polairud), tiga kapal negara SAR, dua rigid inflatable boat (RIB), serta satu kapal patroli Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP).
Di Sektor A, KRI Dewa Kembar bersama KP Sanjaya menyisir perairan sebelah barat Teluk Belimbing, sementara KN SAR Basudewa bergerak dari Pulau Sebesi menuju tenggara Tanggamus di Sektor B. Penyisiran tersebut menjadi bagian dari pembagian area operasi untuk memperluas jangkauan pencarian berdasarkan rencana Basarnas.
Baca juga : Hari Keempat Pencarian Korban Kapal Virgo, Tim SAR Perluas Area Penyisiran
Sektor C dilakukan KRI Leuser dengan menyisir perairan Ujung Kulon dan barat Pulau Panaitan menuju Samudra Hindia. Di Sektor D, KN SAR Antasena dan KRI Lepu menyisir perairan sebelah barat Gunung Anak Krakatau.
Sektor E melibatkan RIB 02 Lampung dan KAL Pahawang yang melakukan pencarian hingga Teluk Kalianda. Sementara itu, tujuh kapal Polairud di Sektor F menyisir perairan barat Gunung Anak Krakatau hingga Pulau Tunda.
Di Sektor G, KAL Anyer, RIB 02 Banten dan RBB Pulau Peucang menyisir jalur pesisir dari Dermaga Marina Carita hingga Anyer. Sektor H melibatkan KN SAR Tetuka, KRI Kerambit, KRI Gilimanuk dan KN Damaru yang melakukan pencarian di sekitar Gunung Anak Krakatau hingga selatan Pulau Sebesi.
Baca juga : Polda Banten Cocokkan DNA Keluarga Jurnalis Hilang Dengan Jenazah di Enggano
Al Amrad mengatakan operasi juga diperluas ke wilayah lain dengan Kantor SAR Bengkulu melakukan penyisiran di pesisir Pulau Enggano. Selain pencarian langsung di laut, tim memantau siaran elektronik atau e-broadcast yang dilaporkan kapal-kapal melintas melalui Stasiun Radio Pantai (SROP) dan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP).
Upaya tersebut dilakukan untuk menangkap setiap kemungkinan informasi mengenai keberadaan kapal maupun korban di luar area penyisiran utama. Namun, hingga seluruh jalur pelaporan diperiksa, belum ada informasi yang mengarah pada penemuan KM Arupadatu I atau rombongan di dalamnya.
“Namun seluruh jalur pelaporan mengonfirmasi hasil yang masih nihil,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya