BREAKING NEWS
 

Kasus DBD Di Jaksel Capai 1.314 Pasien

Dinkes Diminta Gercep Lakukan Pencegahan

Reporter : DEDE ISWADI IDRIS
Editor : DAUD FADILLAH
Jumat, 16 Oktober 2026 06:25 WIB
Ilustrasi penyemprotan nyamuk demam berdarah (DBD). (Foto: Tedy Kroen/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Jakarta Selatan (Jaksel) mencapai 1.314 kasus sejak Januari hingga awal Oktober 2026. Meskipun hasil pantauan masih masuk kategori musiman, Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI didorong memperkuat program pencegahan.

Kepala Dinkes DKI Jakarta Ani Ruspitawati mengatakan, pihaknya memantau kenaikan kasus DBD dengan membandingkan perkembangan setiap bulan dan jumlah kasus pada periode yang sama tahun sebelumnya.

“Kalau lonjakan kasus DBD sejauh ini masih sesuai dengan pola musiman. Jadi DBD itu memang akan naik turun sesuai dengan iklim, sesuai dengan cuaca, jadi ada polanya,” kata Ani saat ditemui di Balai Kota Jakarta, Rabu (14/10/2026).

Meski masih berada dalam pola musiman, ditegaskan Ani, Dinkes tak menganggap remeh. Pihaknya memastikan akan terus melanjutkan upaya pencegahan melalui Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan edukasi yang lebih masif kepada masyarakat.

Terkait laporan 1.314 kasus DBD di Jaksel dan 5 kematian di Jakarta Timur (Jaktim), Ani menjawab, pihaknya akan memeriksa kembali data tersebut.

Baca juga : Hajar Man City, PSG Bikin Inggris Merana

“Di data kami belum ada laporan tentang kasus DBD yang meninggal. Nanti saya akan cek lagi sumbernya dari mana,” katanya.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Sudinkes Jaksel Fitria Ramdhita mengingatkan semua kalangan masyarakat terlibat melaksanakan PSN secara rutin, serentak, dan berkelanjutan. Setidaknya satu kali dalam sepekan.

Selain itu, Fitria mengajak masyarakat mengenali gejala DBD dan segera memeriksakan diri jika mengalami gejala yang mengarah pada penyakit tersebut agar cepat tertangani.

Fitria juga mengajak masyarakat menjaga lingkungan agar terbebas dari jentik nyamuk.

Adsense

Bagaimana upaya pengasapan atau fogging, Fitria menjelaskan, tindakan tersebut pilihan terakhir setelah ditemukan kasus positif dan dilakukan penyelidikan epidemiologi (PE).

Baca juga : Lolos 16 Besar Denmark Open, Alwi Kobarkan Asa Merah Putih

“Cairan fogging mengandung bahan kimia yang berisiko memicu gangguan pernapasan hingga penyakit lainnya jika digunakan berlebihan,” ingatnya.

Perkuat Pencegahan

Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Yuke Yurike meminta, pencegahan kasus DBD diperkuat.

“Dengan jumlah 1.314 kasus, Pemprov harus bergerak cepat dalam melakukan pencegahan. Tujuannya agar kasus DBD tidak bertambah,” ujar Yuke.

Politikus PDI Perjuangan itu menilai, jumlah kasus tersebut bukan sekadar angka statistik, melainkan peringatan agar Pemerintah meningkatkan upaya pengendalian penularan.

“Saya mendesak Pemprov DKI Jakarta dan Sudinkes agar tidak hanya menyerahkan beban pencegahan kepada masyarakat. Imbangi dengan pengawasan dan fasilitas pendukung yang memadai,” tegasnya.

Baca juga : Putri Marino, Sabet Gelar Face Of Asia

Yuke mendorong selain langkah PSN 3M Plus (Menguras, Menutup, dan Mendaur Ulang barang bekas), langkah pencegahan tambahan lain harus dijalankan.

“Gerakan Satu Rumah Satu Juru Pemantau Jentik (Jumantik) harus dijalankan secara konsisten,” pintanya.

Selain pencegahan, Yuke meminta Sudinkes Jaksel mengoptimalkan pengendalian populasi nyamuk, terutama di wilayah rawan penularan.

Dia juga mengingatkan pentingnya kesiapan fasilitas kesehatan menghadapi tren peningkatan kasus DBD. Puskesmas dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) harus memastikan ketersediaan ruang rawat, sarana medis, dan obat-obatan untuk menangani pasien DBD.

Yuke berharap, berbagai upaya pencegahan kasus DBD itu akan memberikan perlindungan lebih baik bagi masyarakat. [DRS/RAA]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense