Dark/Light Mode

Terkendala Pengiriman, Antre BBM Di Bali Bukan Karena Stok Menipis

Kamis, 15 Oktober 2026 07:40 WIB
Anggota polisi berjaga di tengah antrean kendaraan yang akan mengisi bahan bakar minyak (BBM) di Denpasar, Bali, Selasa (13/10/2026). (Foto: ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/tom)
Anggota polisi berjaga di tengah antrean kendaraan yang akan mengisi bahan bakar minyak (BBM) di Denpasar, Bali, Selasa (13/10/2026). (Foto: ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/tom)

RM.id  Rakyat Merdeka - Antrean kendaraan mengular hingga satu kilometer terjadi di sejumlah SPBU di Bali. Panjangnya antrean bahkan membuat seorang perempuan sampai pingsan. Pemerintah memastikan antrean tersebut bukan karena stok BBM menipis, melainkan keterlambatan pengiriman dan kendala distribusi.

Antrean BBM di Pulau Dewata itu, terjadi sejak awal Oktober. Pada 6-8 Oktober, antrean sempat berangsur normal. Namun, sejak 11 Oktober, antrean panjang kembali terjadi di sejumlah wilayah. Mulai dari Denpasar, Badung, Klungkung, Buleleng, hingga Bangli. Di SPBU Latu, Kecamatan Abiansemal, Badung, antrean kendaraan mengular hingga membuat seorang perempuan asal Desa Bongkasa pingsan, Selasa (13/10/2026).

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman yakin persoalan antrean BBM di Bali segera teratasi.

Ia menargetkan distribusi kembali normal pada Kamis (15/10/2026), menyusul kedatangan kapal pengangkut BBM yang sebelumnya terlambat.

Laode memastikan, setelah kapal tiba, penyaluran BBM ke SPBU di Bali dikebut selama 24 jam nonstop. “Kapalnya sudah tiba, sejak Senin kemarin sudah dilakukan operasi pasar 24 jam. Mungkin hari ini atau besok sudah selesai permasalahannya,” kata Laode di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta Pusat, Rabu (14/10/2026).

Ia menegaskan, antrean panjang bukan disebabkan stok BBM menipis, melainkan kendala pengiriman dan distribusi. Secara nasional, stok BBM diklaim masih aman, dengan ketahanan sekitar 18-20 hari.

Baca juga : Mantan Jampidsus Melawan, Kejagung Yakin Dakwaan Sudah Sesuai Dan Benar

“Masalah yang ada ini lebih disebabkan oleh pola distribusi karena musim. Kalau di darat itu biasanya pakai angkutan sungai, sungainya kering, diantar pakai truk, truknya kan nggak bisa cepat sampainya, berjam-jam dan volumenya tidak banyak,” terang Laode.

Selain kendala angkutan darat, cuaca laut juga memengaruhi proses pengiriman.

“Lalu, kalau ombak lagi tinggi itu kapal walaupun sudah di lokasi itu nggak bisa sandar. Nah ini memperlambat proses pendistribusian, tapi begitu sudah sandar kaya di Bali kemarin langsung dilaksanakan distribusi 24 jam, jadi dikejar,” tambahnya.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri membeberkan sejumlah faktor yang memicu antrean BBM di Bali. Salah satunya gangguan pada bagian jangkar kapal yang menyebabkan jadwal sandar dan bongkar muat molor.

Semula, kapal dijadwalkan sandar pada Senin (12/10/2026) pukul 06.30 WITA. Namun, proses tersebut baru terlaksana sekitar pukul 22.00 WITA.

Simon juga menyebut adanya kenaikan konsumsi BBM bersubsidi di Bali. Salah satu faktor yang disorot adalah disparitas harga yang cukup jauh. Meski demikian, Pertamina memastikan kendala tersebut bukan berarti terjadi kelangkaan stok BBM di Bali.

Baca juga : Yahya Zaini: PHK Terjadi Karena Adanya Tekanan Global

Bersama Pertamina Patra Niaga dan Pemerintah Provinsi Bali, Pertamina menyiapkan sejumlah langkah untuk mempercepat pemulihan distribusi.

Pertama, meningkatkan pasokan melalui armada kapal yang tersedia sekaligus meninjau langsung lokasi penyandaran kapal tanker.

Kedua, mempercepat penyaluran BBM dari depo menuju jaringan SPBU. Ketiga, mengoperasikan sejumlah SPBU selama 24 jam.

Layanan 24 jam telah diberlakukan di wilayah Denpasar dan Badung. Selanjutnya, layanan serupa direncanakan menyusul di Kabupaten Tabanan dan Gianyar dalam satu hingga dua hari ke depan.

Simon mengatakan, langkah tersebut ditempuh untuk mempercepat distribusi sekaligus menenangkan masyarakat agar tidak khawatir. Seluruh SPBU juga telah diinstruksikan memasang pengumuman mengenai ketersediaan stok dan status operasional 24 jam.

“Sekali lagi, kami mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan kepada kami, kami akan terus berusaha untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” ungkap Simon.

Baca juga : Mirah Sumirat: Negara Harus Hadir Cegah Terjadinya PHK

Antrean BBM yang belum sepenuhnya terurai membuat Gubernur Bali Wayan Koster mengambil langkah tambahan. Ia memberlakukan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) pada 15-17 Oktober 2026 untuk membantu mengurangi mobilitas dan memperlancar distribusi BBM.

Keputusan itu diambil setelah kesepakatan awal dengan Pertamina untuk memperlancar distribusi tanpa menerapkan WFH belum menyelesaikan persoalan di lapangan.

“Karena hari ini masih terjadi antrean panjang di sejumlah SPBU, perlu langkah cepat untuk mengatasi persoalan ini. Atas kesepakatan dengan Direktur Utama Pertamina, kami memberlakukan WFH pada 15 sampai 17 Oktober 2026 untuk mendukung kelancaran distribusi BBM,” ujar Koster, Rabu (14/10/2026).

Anggota DPR RI I Wayan Sudirta meminta Pertamina segera menormalkan distribusi BBM sekaligus mengevaluasi manajemen rantai pasok maritim atau maritime supply chain untuk wilayah Bali. Menurutnya, gangguan distribusi yang berulang tidak seharusnya terjadi di Pulau Dewata, yang merupakan destinasi pariwisata internasional. [MEN]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.