BREAKING NEWS
 

Jelang Porprov VII, KONI Banten Perketat Verifikasi Atlet & Kelayakan Venue

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Rabu, 21 Oktober 2026 22:48 WIB
Foto: Koni Banten

RM.id  Rakyat Merdeka - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Banten memperketat pemeriksaan keabsahan atlet dan kelayakan arena pertandingan menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten yang berlangsung pada 15-23 November 2026.

Ketua Umum KONI Banten Agus Rasyid mengatakan, pemeriksaan dilakukan bersama Panitia Pengawas dan Pengarah (Panwasrah) serta Panitia Besar Porprov untuk memastikan seluruh persiapan pertandingan berjalan sesuai ketentuan.

"Minggu ini juga kita dari KONI Banten akan turun ke sana, akan mencoba memverifikasi kembali, sudah sejauh mana kesiapan di Tangerang Selatan," kata Agus di Serang, Rabu (21/10/2026).

Porprov VII Banten akan diikuti kontingen dari delapan kabupaten dan kota dengan mempertandingkan 60 cabang olahraga (cabor), meningkat dibandingkan 45 cabor pada Porprov VI tahun 2022.

"Perbedaan dengan Porprov ke-7 di Tangerang Selatan ini ada 60. Jadi lebih banyak di Tangerang Selatan," ujarnya.

Agus mengatakan KONI Banten telah menetapkan technical delegate (TD) untuk setiap cabor guna memastikan nomor pertandingan, persyaratan atlet, dan aturan teknis berjalan sesuai ketentuan masing-masing cabang olahraga.

"Kita sudah SK-kan masing-masing TD, karena TD ini memang kita ambil dari masing-masing pengprov. TD ini yang lebih menguasai tentang aturan main, persyaratan atlet, apa yang dipertandingkan," katanya.

Menurut dia, koordinasi dengan TD diperlukan untuk menyamakan pemahaman mengenai aturan pertandingan dan mengantisipasi munculnya perbedaan penafsiran selama pelaksanaan Porprov.

"Kalaupun ada dinamika di luar itu, juga tetap kita akan melaksanakan diskusi, duduk bersama, supaya semua satu frekuensi ketika dipertandingkan," ujarnya.

Ketua Panwasrah Porprov VII Banten Roni Alfianto mengatakan, pengawasan keabsahan atlet dilakukan sejak proses pendaftaran kontingen dan pemeriksaan identitas peserta.

Panwasrah bekerja sama dengan Panitia Besar untuk memastikan atlet memenuhi persyaratan administrasi, termasuk dokumen kependudukan dan ketentuan mengenai perpindahan atlet.

"Pertama, kita menurunkan tim bekerja sama dengan OC, yaitu PB, untuk mengawasi pendataan atlet, pendataan kontingen. Apakah atlet tersebut memenuhi syarat untuk tanding di Porprov?" kata Roni.

Baca juga : Tangsel Kebut Tuntaskan Persiapan Porprov VII 2026

Ia menilai keabsahan atlet menjadi penting karena peserta Porprov berpotensi diproyeksikan untuk memperkuat Banten pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON).

"Yang pertama status atlet. Status atlet itu sangat penting karena atlet ini yang akan digunakan Provinsi Banten nanti memperkuat Provinsi Banten di ajang PON," ujarnya.

Roni menyebut sekitar 95 persen data atlet telah dapat diterima dalam proses verifikasi saat keterangan diberikan, sedangkan sekitar lima persen atau sekitar 300 pendaftaran masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

"Dari 6.000 sekian, 6.000 itu lolos administrasi, verifikasi. Kemudian ada 5 persen, atau sekitar 300, masih perlu verifikasi ulang," katanya.

Panwasrah juga merekomendasikan perpanjangan waktu pada tahapan administrasi karena sejumlah peserta masih menghadapi kendala dokumen maupun sistem pendaftaran berbasis teknologi informasi.

"Selama waktunya masih ada, kita harus fleksibel, tapi tidak menambah aturan," ujarnya.

Apabila terdapat keberatan terhadap hasil verifikasi, peserta dapat menggunakan mekanisme masa sanggah dan, sesuai ketentuan, mengajukan perkara kepada Dewan Hakim.

Agus mengatakan sebagian besar pertandingan Porprov VII diprioritaskan berlangsung di Tangerang Selatan sebagai tuan rumah. Namun, beberapa cabor yang membutuhkan fasilitas khusus dan tidak tersedia di Tangerang Selatan akan digelar di daerah lain.

"Kita prioritaskan seluruh venue dari 60 cabang olahraga ini akan digelar di Tangerang Selatan. Namun demikian, ada beberapa venue, hanya beberapa saja, yang tentunya tidak ada venue-nya di sana, kita laksanakan di luar Tangerang Selatan," katanya.

Roni mengatakan, Panwasrah telah meninjau sejumlah arena pertandingan dan memberikan rekomendasi perbaikan. Kelayakan venue tidak hanya dilihat dari tersedianya lapangan, tetapi juga mencakup fasilitas pendukung dan aspek keselamatan.

"Dari 60 cabor ini secara keseluruhan tempatnya sudah ada, hanya membutuhkan perbaikan-perbaikan yang dianggap perlu. Tapi kalau tidak layak, kita rekomendasikan ganti tempat," ujarnya.

Adsense

Beberapa aspek yang menjadi perhatian antara lain jalur evakuasi, akses ambulans, serta fasilitas sanitasi bagi penonton. Rekomendasi tersebut akan kembali diperiksa sebelum pertandingan dimulai.

Baca juga : Tangerang Selatan Siap Jadi Tuan Rumah Porprov Banten

"Kami akan cek lagi ke lapangan apakah rekomendasi kami terhadap beberapa pertandingan sudah dilaksanakan atau tidak," katanya.

Panwasrah Porprov VII Banten sendiri dibentuk dengan 12 bidang dan sekitar 70 personel untuk mengawasi berbagai aspek penyelenggaraan, termasuk keabsahan atlet, pertandingan, serta sarana dan prasarana.

Panwasrah juga menyiapkan pengawasan terhadap perangkat pertandingan untuk mengantisipasi potensi benturan kepentingan. Penugasan wasit dan juri akan memperhatikan hubungan mereka dengan kontingen yang bertanding.

Roni mengatakan peserta yang keberatan terhadap keputusan pertandingan dapat menggunakan jalur protes sesuai mekanisme yang telah ditetapkan.

"Ruang protes itu bisa disampaikan. Dewan Hakim akan bersidang, membuka fakta-fakta yang ada, dan memutuskan," katanya.

Pelanggaran yang terbukti melalui mekanisme resmi dapat berujung pada pembatalan kemenangan, diskualifikasi, hingga pencabutan medali.

Panwasrah juga telah menyiapkan kantor di Tangerang Selatan serta petugas piket untuk mendukung pengawasan menjelang dan selama pelaksanaan Porprov.

Agus mengatakan, Porprov VII tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga antarkabupaten dan kota, tetapi juga bagian dari proses penjaringan atlet untuk menghadapi PON XXII 2028 di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Menurut dia, hasil Porprov akan menjadi salah satu bahan untuk memperbarui pemetaan kekuatan atlet Banten, terutama menjelang pelaksanaan babak kualifikasi PON atau pra-PON pada 2027.

"Dengan adanya Porprov, selain juga kita melaksanakan pembinaan prestasi di masing-masing cabang olahraga yang ada di Banten, juga bisa menjaring atlet-atlet yang terbaru yang akan membela PON nanti di NTT-NTB," katanya.

Agus meminta pengurus cabang olahraga serta KONI kabupaten dan kota memberikan dukungan kepada atlet dan menjaga sportivitas selama pertandingan.

"Jaga sportivitas, tetap semangat, munculkan bibit-bibit yang terbaik masing-masing kota kabupaten," ujarnya.

Baca juga : KONI Jakarta Perketat Kualifikasi Atlet, Bidik Prestasi Di PON 2028

Roni berharap Porprov VII juga menjadi ajang bagi Banten untuk menguji kesiapan penyelenggaraan olahraga berskala besar menjelang PON XXIII 2032 yang akan digelar bersama Lampung.

"Kami berharap Porprov ini jadi miniatur ketika Banten sukses, insya Allah, melaksanakan jadi tuan rumah PON 2032 Banten dan Lampung," katanya.

Ia berharap Porprov VII dapat melahirkan atlet-atlet potensial yang mampu meningkatkan prestasi Banten pada ajang nasional, termasuk mendorong posisi Banten masuk jajaran peringkat satu digit dalam perolehan medali.

Kesiapan Tuan Rumah

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan sekaligus Ketua Umum Panitia Besar Porprov VII Banten Pilar Saga Ichsan sebelumnya mengatakan, kesuksesan penyelenggaraan tidak hanya diukur dari kelancaran pertandingan, tetapi juga dari pertanggungjawaban setelah kegiatan selesai.

"Prinsipnya, sukses Porprov itu adalah sukses pelaksanaan dan sukses pertanggungjawaban," kata Pilar.

Agus menambahkan koordinasi dengan tuan rumah juga mencakup akomodasi dan transportasi bagi kontingen. Menurut dia, fasilitas penginapan di Tangerang Selatan dinilai memadai, meskipun pengelolaan kebutuhan kontingen tetap memerlukan koordinasi panitia.

KONI Banten juga merencanakan kirab obor pada 12 November sebagai bagian dari sosialisasi Porprov kepada masyarakat di delapan kabupaten dan kota.

Kirab tersebut akan dimulai dari Tangerang Selatan, kemudian melintasi delapan kabupaten dan kota di Banten sebelum kembali ke Tangerang Selatan pada 15 November.

Menjelang pembukaan Porprov VII, verifikasi keabsahan atlet dan tindak lanjut rekomendasi perbaikan venue masih menjadi bagian penting yang harus diselesaikan.

KONI Banten dan panitia tuan rumah menargetkan Porprov VII tidak hanya berlangsung lancar, tetapi juga mampu menjamin kepastian aturan, keselamatan peserta, serta menjadi bagian dari pembinaan atlet Banten menuju kompetisi nasional.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense