Dark/Light Mode

Gelar Rakor Bersama 69 Cabor

KONI Jakarta Perketat Kualifikasi Atlet, Bidik Prestasi Di PON 2028

Kamis, 15 Oktober 2026 21:00 WIB
Rapat Koordinasi (Rakor) Konsolidasi Menuju Babak Kualifikasi PON XXII/2028  di Jakarta, Kamis (15/10/2026). Foto: Muhamad Fiky/RM
Rapat Koordinasi (Rakor) Konsolidasi Menuju Babak Kualifikasi PON XXII/2028 di Jakarta, Kamis (15/10/2026). Foto: Muhamad Fiky/RM

RM.id  Rakyat Merdeka - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DKI Jakarta terus bergerak mematangkan strategi untuk merebut gelar juara umum pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII/2028.

Melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Konsolidasi Menuju Babak Kualifikasi PON XXII/2028, KONI Jakarta meminta seluruh cabang olahraga (cabor) menyusun target prestasi yang terukur dan realistis.

Ketua Umum KONI Jakarta, Hidayat Humaid menegaskan, bahwa konsolidasi menjadi momentum penting untuk menyatukan strategi dan memperkuat kesiapan kontingen Jakarta menghadapi PON 2028.

Dalam sambutannya, Hidayat meminta setiap cabor melakukan pemetaan kekuatan atlet secara menyeluruh, sekaligus menetapkan target berdasarkan kemampuan dan waktu persiapan yang tersisa sekitar dua tahun.

"Saya minta target yang terukur dan realistis. Dalam waktu dua tahun tersisa, mari kita lihat apakah waktu tersebut cukup. Jika tidak, cari jalan keluar dan solusinya," tegas Hidayat dalam Rakor yang digelar di Jakarta, Kamis (15/10/2026).

Rakor dihadiri pimpinan KONI Jakarta, jajaran Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) serta pimpinan dari 69 cabang olahraga se-DKI Jakarta Guru besar bidang keolahragaan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) itu juga menekankan pentingnya kerja keras, integritas serta kesiapan finansial dan operasional untuk mendukung pencapaian prestasi olahraga Jakarta.

Baca juga : PT DPM Dorong UMKM Dairi Naik Kelas Lewat Pameran INACRAFT 2026

Menurutnya, menjadi juara umum PON 2028 harus dibarengi komitmen dan kerja sama seluruh pemangku kepentingan olahraga. Setiap pihak dituntut mengambil peran dan tanggung jawab sesuai kapasitasnya.

"Keberhasilan hanya bisa diraih melalui komitmen dan kerja bersama, bukan sikap pasrah atau saling mengandalkan," katanya.

Dalam persiapan menuju PON 2028, KONI Jakarta tetap menerapkan standar kualifikasi yang ketat berbasis prestasi. Meski DKI Jakarta menjadi salah satu tuan rumah PON 2028, seluruh cabang olahraga tetap diwajibkan mengikuti tahapan kualifikasi.

Adapun kriteria pemberangkatan atlet berdasarkan hasil babak kualifikasi. Pada kualifikasi tingkat nasional, atlet ditargetkan mampu menembus peringkat empat besar. Sementara itu, pada kualifikasi tingkat wilayah atau zonasi, atlet wajib menempati posisi dua besar atau menjadi finalis.

"Kebijakan tersebut bertujuan memastikan atlet yang memperkuat kontingen Jakarta memiliki daya saing dan peluang meraih prestasi pada ajang olahraga nasional tersebut. Kebijakan ini diterapkan untuk memastikan atlet yang mewakili DKI benar-benar memiliki daya saing dan peluang besar meraih prestasi di PON 2028," ujarnya.

Hidayat berharap konsolidasi yang dilakukan sejak tahap kualifikasi dapat menjadi fondasi kuat dalam membangun kontingen yang kompetitif.

Baca juga : Kontingen Indonesia Tiba di Nagoya, 103 Atlet Siap Berjuang di APG 2026

"Dengan target yang terukur, seleksi atlet berbasis prestasi, serta koordinasi antarcabang olahraga, Jakarta membidik hasil maksimal sekaligus peluang menjadi juara umum PON XXII/2028," ujarnya.

Tuan Rumah PON Pantai Ancol

Selain mematangkan persiapan menuju PON 2028, Hidayat juga menyampaikan bahwa KONI DKI Jakarta bersiap menjadi tuan rumah PON Pantai yang akan digelar di kawasan Ancol pada November 2026.

Ajang olahraga nasional perdana ini merupakan kolaborasi KONI Pusat, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, KONI DKI Jakarta, dan PT Pembangunan Jaya Ancol.

Hidayat mengatakan, PON Pantai tidak hanya menjadi wadah untuk meningkatkan prestasi atlet, tetapi juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar kawasan Ancol.

"PON Pantai tidak hanya menjadi ajang meningkatkan prestasi olahraga, tetapi juga diharapkan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat, khususnya UMKM di sekitar kawasan Ancol," ujarnya.

Baca juga : Penerapan Penganggaran dan Pengelolaan Keuangan pada UMKM: Studi Kasus Warkop Ne

Hidayat menegaskan, semangat 'Bergerak Untuk Jakarta Juara' menjadi komitmen KONI dalam mewujudkan harapan masyarakat Ibu Kota untuk kembali meraih gelar juara umum pada PON 2028.

Menurutnya, pencapaian target tersebut membutuhkan kerja bersama, konsistensi, dan kesiapan seluruh pemangku kepentingan olahraga di Jakarta. "KONI terus bergerak bersama untuk mewujudkan juara umum,"ujarnya.

PON Pantai Ancol akan mempertandingkan 10 cabang olahraga dengan 11 disiplin. Cabang olahraga tersebut meliputi akuatik, bola basket 3x3, bola voli pantai, bola tangan pantai, layar, modern pentathlon, rugby pantai, selam laut, teqball dan triathlon.

"PON Pantai diharapkan tidak hanya mendorong peningkatan prestasi olahraga nasional, tetapi juga memperkuat daya tarik kawasan Ancol sebagai destinasi olahraga dan wisata sekaligus membuka peluang ekonomi bagi pelaku UMKM setempat," pungkasnya

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.