BREAKING NEWS
 

Butuh Waktu Panjang

Yuke Apersiasi Penanganan Banjir Pemprov Jakarta

Reporter : DEDE ISWADI IDRIS
Editor : FAQIH MUBAROK
Jumat, 30 Oktober 2026 11:14 WIB
Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike. Foto: Yuke Yurike

RM.id  Rakyat Merdeka - Penanganan banjir di Kali Mampang, segmen Poncol, Kuningan Barat, Jakarta Selatan, membutuhkan waktu panjang. Padatnya permukiman dan terbatasnya akses menuju sungai menjadi kendala normalisasi di kawasan tersebut.

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike mengatakan, penanganan banjir tidak bisa hanya mengandalkan pengerukan sungai. Normalisasi juga tidak dapat dilakukan di semua titik karena kondisi lapangan yang menyulitkan mobilisasi alat berat.

“Normalisasi hanya dapat dilakukan di sejumlah titik yang memungkinkan. Karena itu, penanganan banjir di kawasan itu tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat,” ujar Yuke saat meninjau lokasi bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Kamis (29/10/2026).

Baca juga : Pramono: Musim Hujan Jakarta Akhir November, Normalisasi Kali Dikebut

Yuke menjelaskan, permukiman padat yang berada di tengah kawasan gedung bertingkat dan pusat bisnis membuat akses menuju Kali Mampang terbatas.

Kondisi tersebut menyulitkan pengerahan alat berat untuk melakukan pengerukan sungai. Politisi PDI Perjuangan itu berharap berbagai upaya yang telah dilakukan dapat mengurangi risiko banjir, meski penyelesaiannya tidak bisa dicapai dalam waktu dekat.

Adsense

“Hal ini memang masih menjadi pekerjaan rumah. Upaya yang sudah dilakukan mudah-mudahan bisa mengurangi banjir, tetapi sepertinya tidak bisa diselesaikan dalam jangka pendek,” katanya.

Baca juga : Ade Suherman Dorong Anggaran Pelatihan Kerja DKI Naik 2 Kali Lipat Pada 2027

Yuke menambahkan, penanganan banjir perlu dilakukan dari hulu, antara lain melalui pembangunan tampungan air seperti Embung Kebagusan. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu menahan aliran air dan mengendalikan debit yang menuju Kali Mampang serta Kali Krukut.

Selain itu, dia mengusulkan penataan permukiman di bantaran kali dengan menyediakan hunian layak bagi warga terdampak. Langkah ini dinilai penting untuk membuka ruang bagi normalisasi sungai dan pembangunan tampungan air yang lebih besar, sesuai kebutuhan serta kondisi di lapangan.

“Dengan begitu, penanganan banjir tidak hanya berfokus pada pengerukan sungai, tetapi juga memperhatikan kondisi permukiman yang menjadi salah satu kendala dalam pelaksanaan normalisasi,” ujarnya.

Baca juga : Lokasi Strategis, Waduk Melati Saatnya Bersolek

Yuke menegaskan, DPRD DKI Jakarta mendukung upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam menangani banjir melalui koordinasi dan perencanaan yang matang.

Namun, target penyelesaian normalisasi di kawasan tersebut belum dapat dipastikan karena masih menghadapi berbagai kendala.

“Dengan koordinasi yang baik dan perencanaan yang matang, kami yakin masalah banjir ini bisa diselesaikan secara bertahap,” tandasnya. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense