RM.id Rakyat Merdeka - Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat Andi Arief mengakui telah menerima uang dari Bupati nonaktif Penajam Paser Utara (PPU), Abdul Gafur Mas’ud.
Dia berdalih, uang tersebut diterimanya berkaitan dengan masalah Covid-19 yang tengah menginfeksi para kader partai bintang berlambang mercy itu.
Hal itu disampaikannya saat dihadirkan sebagai saksi dalam sidang kasus dugaan suap yang menjerat Abdul Gafur. Andi Arief dihadirkan secara daring dalam persidangan yang berlangsung di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Samarinda, hari ini.
Awalnya, Andi ditanya soal penerimaan uang itu oleh Jaksa. "Ini bapak selama proses dari 2021-2022 ini pernah diberikan sesuatu, uang oleh AGM, betul pak?" tanya jaksa, Rabu (20/7).
Baca juga : Lewati 5 Kali Penyulingan, Campari Group Hadirkan Minuman Cita Rasa Premium
"Betul pak," jawab Andi Arief.
Andi Arief menjelaskan, Abdul Gafur memberikan uang itu dua kali. Kali pertama, diberikan pada Maret 2021, lewat sopir Abdul Gafur, senilai Rp 50 juta. Uang itu dibungkus dalam kantong kresek hitam.
Menurutnya, uang itu digunakan untuk membantu para kader Partai Demokrat yang tengah terinfeksi Covid-19.
"Saya tanya kepada pak Gafur, 'ini uang apa pak Gafur?'. (Dia jawab) 'ya dipake untuk teman-teman yang kena Covid. Ya sudah, saya bagikan," ungkapnya.
Baca juga : PKS Mending Gandeng Demokrat Dan NasDem
“Itu Covid melanda kader-kader Partai Demokrat banyak sekali waktu itu. Jadi Pak Gafur ini memberi kejutan ya, dengan membantu," imbuh Andi Arief.
Dia menegaskan, uang yang diberikan Abdul Gafur tidak ada kaitannya dengan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Demokrat di Kalimantan Timur. Abdul Gafur diketahui mencalonkan diri sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Kalimantan Timur.
"Tidak ada hubungannya. Tapi memang karena Pak Gafur ini saya dengar dari tahun berapa memang perhatian sama DPP itu pada pegawai-pegawai kecil memang ada," tutur Andi Arief.
Sementara untuk penerimaan kedua, dia tidak memberikan penjelasan secara lebih detail. Andi Arief mengaku lupa.
Baca juga : KSP: Surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19 Tegaskan Pandemi Belum Selesai
"Gafur nggak pernah memberi langsung. mungkin melalui rekening itu, dan jumlahnya saya nggak tau persis, 450 atau berapa saya nggak tau persis," ungkap Andi.
Sepengetahuannya, uang tersebut diberikan juga terkait dengan masalah Covid-19.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.