Sebelumnya
Kepala Dusun (Kadus) Banjar Suluban I Wayan Suartana mengatakan, sebelum ditemukan terjatuh di kawasan tebing, helikopter sempat terbang rendah. Kemudian, heli tersebut terjatuh di kawasan akses jalan baru di Banjar Suluban.
“Helikopter sempat terbang rendah di atas rumah warga,” imbuhnya.
Jatuhnya helikopter di wilayah Kuta Selatan akibat tali layangan, mendapat beragam komentar netizen di media sosial X dan Instagram. Banyak netizen mengusulkan adanya aturan terhadap permainan layangan agar tidak membahayakan penerbangan.
Baca juga : Whoosh Bakal Berikan Banyak Dampak Positif
“Baru saja kejadiannya. Kapan mau diatur dengan sungguh-sungguh? Layangan harus dibatasi, agar tidak membahayakan. Kejadian pengemudi sepeda motor celaka karena terlilit tali layangan, kali ini helikopter jadi korban,” cuit akun @anamazingbali.
Pengamat penerbangan, Alvin Lie melalui akun X miliknya menyatakan, kecelakaan helikopter akibat terlilit oleh tali layangan bisa dihindari, bila ada pengaturan terhadap permainan layangan. Tidak adanya pengaturan khusus terhadap permainan layangan di Indonesia, hal yang bisa dilakukan hanya sekadar imbauan kepada para pemain layangan.
“Mohon penerbang layangan tidak menerbangkan layangannya terlalu tinggi. Utamanya, di kawasan dekat bandara dan lintasan pesawat atau helicopter,” imbaunya.
Baca juga : 26 Wilayah Jakarta Masuk Zona Merah
Akun @depotcepot berpendapat, pengaturan permainan layangan sebaiknya dibuat. Dengan begitu, tidak ada lagi kasus kecelakaan terbang akibat terlilit tali layangan.
“Misalnya, buat aturan tentang zona larangan layangan di daerah lintasan heli/pesawat. Kemudian, sosialisasikan ke daerah-daerah. Selain itu, kita juga harus atur zona larangan terbang heli di daerah padat penduduk. Apalagi terbang rendah! Lebih mudah ngatur heli daripada ngatur layangan,” tulisnya.
Akun @jazcokelat mengatakan, permainan layangan bisa disebut sebagai silent killer bila tidak dilakukan dengan hati-hati. Selain berbahaya bagi penerbangan, layang-layang juga berbahaya bagi pengguna jalan yang ada di darat.
Baca juga : Skuad Garuda Tak Ciut Nyali
“Gue pernah jadi korban layangan. Tali layangan kena leher sampai leher gue berdarah. Untung nggak mati. Sejak itu, setiap ada bocah main layangan di jalan, gue selalu diem dulu, perhatiin bentangan talinya. Kalau nggak aman gue lebih baik puter arah. Trauma,” ungkap dia.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Minggu, 21 Juli 2024 dengan judul Buntut Heli Jatuh Di Bali, Netizen Ributin Pentingnya Dibuat Aturan Main Layangan
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.