RM.id Rakyat Merdeka - Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, dalam beberapa kesempatan menyatakan harapannya kepada Presiden terpilih Prabowo Subianto. Mahfud pun kembali menyatakan, Prabowo bakal sanggup memperbaiki Indonesia.
Mahfud membeberkan sejumlah alasan kenapa dia percaya kepada Prabowo. Pertama, sistem konstitusi memberikan Presiden kekuasaan tertinggi di eksekutif, dan separuh kekuasaan di legislatif bersama DPR.
Kedua, harapan dari sudut personal, Mahfud telah mengenal dan pernah beberapa kali bekerja sama dengan Prabowo yang kini menjabat Menteri Pertahanan (Menhan).
"Dari sudut personal, Prabowo menurut pengalaman saya, punya modal yang cukup untuk bisa dipercaya menata Indonesia. Anies Baswedan sudah kalah, Ganjar dan saya sudah kalah. Tidak ada pilihan lain, Prabowo harapan kita," kata Mahfud saat podcast Terus Terang Mahfud MD di YouTube Mahfud MD Official dilihat Rabu (7/8/2024).
Baca juga : Prabowo Mau Perkuat Ekonomi & SDM Bangsa
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini pun mengajak meletakkan kekuasaan di bawah konstitusi dan mendorong Prabowo tidak takut kepada siapapun. Soal ini, Mahfud menilai, Prabowo punya modal kenmberanian itu.
"Dia memegang Sapta Marga, nasionalis karena selama di TNI sumpahnya menjunjung Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD), jujur, setia, taat kepada hukum dan seterusnya. Itu modal personal dia," ujar Mahfud.
Guru besar hukum tata negara itu juga mengaku mengenal komitmen pribadi Prabowo. Komitmen Prabowo tentang demokrasi dan penegakan hukum, terekam jelas di kampanye Pilpres 2014, 2019, dan 2024.
Mahfud mengungkapkan punya pengalaman pribadi dengan Prabowo. Salah satunya pernah bertemu empat mata dan membuat sejumlah perjanjian dengan Prabowo pada Pilpres 2014.
Baca juga : Mahfud Ajak Generasi Muda Jaga Integritas, Moral, Dan Etika
"Sebelum diangkat sebagai Ketua Timses, saya ketemu Prabowo berbicara berdua di Bandara Halim Perdanakusuma. Saya katakan, saya mendukung karena pilihan strategi penataan Indonesia, Pak Jokowi itu populisme, gerakannya ke bawah. Tetapi saya lebih suka strukturalisme seperti Pak Prabowo," kata Mahfud menceritakan pertemuan sepuluh tahun lalu itu.
Perbaikan secara struktural, paparnya, adalah menertibkan pejabat dan lembaga yang ada oleh Presiden. Selain itu, dalam pertemuan tersebut, keduanya sepakat dalam perbaikan hukum.
Salah satunya menata Kejaksaan Agung dan menyerahkan kepada Mahfud untuk membereskan isu ini jika Prabowo-Hatta menang.
"Pak Prabowo bahkan buat konsep, saya dijadikan Menteri Utama, jika saya mau jadi ketua timses. Saya bilang, tidak ada Menteri Utama, yang ada Menteri Koordinator. Lalu dia coret konsepnya dan tanda tangan," lanjut Anggota DPR RI periode 2004-2008 itu.
Baca juga : Kadin Siapin White Paper Pembangunan Ekonomi
Selain itu, Mahfud juga diperkenankan ikut membicarakan calon Menteri Agama dari Nahdlatul Ulama (NU).
"Semua tertulis ada tanda tangannya sampai sekarang saya simpan. Saya tanda tangan, Pak Prabowo tanda tangan, Pak Hatta Rajasa tanda tangan," kata Mahfud.
Inti cerita itu, tegas Mahfud, merupakan tanda bahwa Prabowo memiliki pandangan dan niat melakukan penataan struktural.
"Saya punya catatan itu, tentu catatan saya simpan, tidak ada kaitannya dengan situasi sekarang. Jelas tidak fair kalau itu ditagihkan. Saya hanya katakan, ada modal semangat, dan niat baik Prabowo melakukan penataan struktural," tegas Menteri Pertahanan (Menhan) di era Presiden KH. Abdurrahman Wahid alias Gus Dur itu.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.