BREAKING NEWS
 

Imam Istiqlal Bilang Masjid Bukan Cuma Rumah Ibadah, Tapi Juga Rumah Kemanusiaan

Reporter & Editor :
M ADE AL KAUTSAR
Kamis, 5 September 2024 17:21 WIB
Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar dicium tangannya oleh Pemimpin Takhta Suci Vatikan paus Fransiskus usai melakukan foto bersama di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (5/9/2024). Dalam kunjungannya paus Fransiskus melihat langsung terowongan silaturahmi yang menghubungkan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral serta menandatangani Deklarasi Bersama Istiqlal 2024: Meneguhkan Kerukunan Umat Beragama untuk Kemanusiaan. Foto: Ng Putu Wahyu Rama/RM

RM.id  Rakyat Merdeka - Masjid Istiqlal Jakarta bukan hanya menjadi tempat ibadah bagi umat Muslim, tetapi juga rumah besar untuk kemanusiaan. Hal ini disampaikan oleh Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar, dalam sambutannya pada Pertemuan Lintas Agama yang turut dihadiri oleh Paus Fransiskus, Kamis (5/9). 

"Kemanusiaan itu satu. Siapa pun boleh datang dan mendapatkan kebaikan dari Masjid Istiqlal, asalkan mengikuti aturan yang berlaku," ujar Nasaruddin.

Masjid Istiqlal, lanjut Nasaruddin, sejak awal pendiriannya tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah umat Islam, tetapi juga memiliki peran penting dalam membangun dan melayani seluruh umat manusia. "Sejak awal, Masjid Istiqlal berfungsi untuk membudayakan dan melayani semua orang," jelasnya. 

Hal ini menunjukkan bahwa masjid terbesar di Asia Tenggara tersebut mengedepankan prinsip inklusivitas dan keterbukaan bagi siapa saja. Istiqlal, sebutnya menyediakan berbagai fasilitas yang dapat dinikmati oleh semua kalangan, tanpa terkecuali. 

Baca juga : Asta Cita Prabowo-Gibran, Wujudkan Swasembada Pangan Dan Kemerdekaan Petani

"Masjid Istiqlal memiliki fasilitas olahraga, tempat beristirahat, lapangan parkir, dan pusat bisnis yang bisa dimanfaatkan oleh semua warga, termasuk non-Muslim," tambah Nasaruddin. 

Dengan demikian, Istiqlal bukan hanya menjadi simbol keagamaan, tetapi juga perekat sosial yang menghubungkan berbagai komunitas di Indonesia.

Adsense

Salah satu bukti nyata dari peran Masjid Istiqlal sebagai jembatan toleransi adalah keberadaan Terowongan Silaturahmi yang menghubungkan Masjid Istiqlal dengan Gereja Katedral Jakarta. 

"Inilah yang menjadi bukti betapa besar peran Masjid Istiqlal sebagai melting pot, khususnya bagi bangsa Indonesia yang majemuk dan ber-Bhinneka Tunggal Ika," kata Nasaruddin lagi.

Baca juga : Pendidikan yang Memampukan Remaja Beradaptasi dengan Perubahan Zaman

Dalam kunjungannya ke Masjid Istiqlal, Paus Fransiskus turut memberikan apresiasi atas peran penting Terowongan Silaturahim sebagai sarana untuk mempertemukan berbagai tradisi keagamaan. 

"Saya ucapkan selamat kepada Anda sekalian karena Terowongan Silaturahim ini bisa menjadi tempat dialog dan perjumpaan," ujar Paus Fransiskus. 

Terowongan tersebut, menurutnya, menjadi simbol perjalanan bersama dalam keberagaman menuju dunia yang lebih terang dan harmonis.

Setelah acara di Masjid Istiqlal, Paus Fransiskus melanjutkan agendanya dengan bertemu penerima manfaat amal di Konferensi Waligereja Indonesia (KWI). Tak hanya itu, Paus juga memimpin Misa Akbar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) yang dihadiri ribuan umat Katolik.

Baca juga : Bahlil: Pimpinan BKPM Cuma Tamatan Papua, Tapi Realisasi Investasi Naik Terus

Kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia akan berlangsung hingga 6 September. Paus Fransiskus menjadi pemimpin Gereja Katolik ketiga yang mengunjungi Indonesia, setelah Paus Paulus VI pada 1970 dan Paus Yohanes Paulus II pada 1989.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense